Berita

BTN Optimistis Serap Penuh Dana Pemerintah Rp25 Triliun

104
×

BTN Optimistis Serap Penuh Dana Pemerintah Rp25 Triliun

Sebarkan artikel ini
btn-optimistis-dana-rp25-triliun-dari-pemerintah-terserap-penuh-akhir-tahun
btn optimistis dana rp25 triliun dari pemerintah terserap penuh akhir tahun

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (BTN) yakin mampu menyerap seluruh tambahan likuiditas Rp25 triliun dari pemerintah pada akhir 2025. Tingginya permintaan kredit perumahan menjadi alasan utama optimisme ini.

BTN telah menyiapkan sejumlah strategi untuk memaksimalkan penyerapan dana tersebut.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyatakan langkah pemerintah ini akan mengurangi persaingan antar bank dalam mendapatkan pendanaan murah.

“Langkah pemerintah ini memindahkan persaingan di likuiditas menjadi persaingan di kredit,” ujar Nixon, Sabtu (20/9/2025).

Nixon menambahkan, tambahan dana Rp25 triliun akan mengatasi masalah likuiditas BTN, setidaknya dalam enam bulan ke depan. Ia memperkirakan dana tersebut akan habis terserap pada Desember tahun ini.

Perkiraan ini didasarkan pada rata-rata penyaluran kredit BTN per bulan yang mencapai Rp6-7 triliun, baik untuk ekosistem perumahan maupun kredit non-perumahan.

Sebelumnya, pemerintah telah menyalurkan dana Rp200 triliun ke lima bank BUMN, dengan alokasi Rp25 triliun untuk BTN. Dana ini diharapkan tersalurkan sebagai kredit ke sektor riil dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Nixon menjelaskan, injeksi likuiditas ini mirip dengan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) saat pandemi COVID-19. Saat itu, BTN menerima penempatan dana pemerintah sebesar Rp10 triliun.

BTN juga menilai tambahan likuiditas ini akan mendorong penurunan biaya dana (cost of fund), terutama setelah Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan.

Sebagai langkah konkret, BTN telah menurunkan bunga deposito special rate setelah menerima dana segar dari pemerintah.

“Dana Rp25 triliun membantu BTN menurunkan suku bunga dana mahal dan kami akan memastikan special rate akan terus turun hingga akhir tahun,” kata Nixon.

Langkah ini diharapkan berdampak positif pada profitabilitas BTN dan meningkatkan margin bunga bersih (NIM) perseroan. Hingga semester I 2025, NIM BTN meningkat 139 bps menjadi 4,4 persen.