Ecozone

Bos Danantara Ungkap Manfaat Patriot Bonds Usai Penjualan Rp 50 Triliun

168
×

Bos Danantara Ungkap Manfaat Patriot Bonds Usai Penjualan Rp 50 Triliun

Sebarkan artikel ini
1e44bc2bfd8f8384c8a26ea0f61134ea.jpg
1e44bc2bfd8f8384c8a26ea0f61134ea.jpg

Jakarta – Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, mengumumkan obligasi Patriot Bond senilai Rp 50 triliun telah ludes terjual sesuai target. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai proyek waste to energy atau pengelolaan sampah menjadi energi, yang sejalan dengan target net zero emission 2060 mendatang.

Rosan menyebut proses tender untuk pengelolaan sampah menjadi energi itu akan mulai pada akhir Oktober mendatang. “Patriot Bond alhamdulillah sesuai dengan target sebesar Rp 50 triliun dan dana itu akan kami gunakan untuk waste to energy,” kata Rosan di Kantor Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Jakarta pada Rabu, 1 Oktober 2025.

Meski sudah memiliki skema bisnis penggunaan dana, Rosan enggan mengungkap pihak pembeli obligasi Patriot Bond. Ia hanya menegaskan dana telah terkumpul, sehingga pemerintah bisa mulai menggarap teknologi pengelolaan sampah untuk mencapai target net zero emission pada 2060.

Sebelumnya, Danantara Indonesia menggelar rapat koordinasi proyek waste to energy pada Selasa, 30 Oktober 2025. Mengutip siaran pers Danantara, setiap fasilitas pengolahan sampah berkapasitas 1.000 ton per hari dan mampu menghasilkan sekitar 15 megawatt listrik. Daya tersebut cukup untuk memasok 20.000 rumah tangga.

Pembangkit listrik tenaga sampah ini sejalan dengan program energi baru terbarukan yang tengah digalakkan pemerintah. Rosan menekankan bahwa langkah ini sejalan dengan semakin masifnya pemanfaatan sumber energi baru terbarukan.

Menurut dia, proyek waste to energy ini bakal membawa kabar baik bagi pemerintah daerah karena tidak ada lagi kewajiban tipping fee untuk pengelolaan sampah. “Karena mekanisme ini sepenuhnya ditanggung oleh Perusahaan Listrik Negara dengan subsidi dari pemerintah pusat. Ini meringankan anggaran daerah sekaligus memperkuat keberlanjutan proyek,” kata Rosan.