Berita

Israel Tangkap 201 Aktivis Global dalam Sumud Flotilla

125
×

Israel Tangkap 201 Aktivis Global dalam Sumud Flotilla

Sebarkan artikel ini
0aad4fd838ae22111c08a6f36d457d8d.jpg
0aad4fd838ae22111c08a6f36d457d8d.jpg

Jakarta – Militer Israel dilaporkan menculik 201 aktivis dari Global Sumud Flotilla saat armada tersebut berlayar menuju Gaza, Rabu (26/6) malam. Setidaknya 13 kapal dicegat di perairan internasional.

Juru bicara Global Sumud Flotilla, Saif Abukeshek, mengungkapkan lebih dari 201 orang dari 37 negara berada di kapal-kapal tersebut. Di antaranya, 30 peserta dari Spanyol, 22 dari Italia, 21 dari Turki, dan 12 dari Malaysia.

“Kami memiliki sekitar 26 kapal yang masih berjuang menjauh dari kapal-kapal militer pasukan pendudukan yang berusaha mencapai pantai Gaza. Mereka bertekad,” ujarnya, seperti dikutip dari Al Jazeera.

Menurut penyelenggara, kapal-kapal tersebut kini berada 50-60 kilometer dari pantai Gaza.

Global Sumud Flotilla merupakan armada yang berupaya menembus blokade Israel atas Gaza. Misi ini menarik perhatian global sebagai salah satu misi bantuan angkatan laut terbesar ke wilayah kantong Palestina tersebut.

Armada yang terdiri dari lebih dari 40 kapal sipil dan sekitar 500 aktivis ini dicegat pasukan Israel pada Rabu malam. Para aktivis ditahan dan dibawa ke Israel.

Penangkapan para aktivis memicu protes di berbagai kota, termasuk Roma, Buenos Aires, dan Istanbul pada Rabu malam.

Sebelumnya, para aktivis melaporkan adanya pertemuan samar dengan kapal-kapal tanpa lampu dan drone yang membuntuti konvoi.

Armada tersebut menyatakan bahwa kapal-kapal mereka, terutama Alma, Surius, Adara, dicegat dan dinaiki secara ilegal oleh Pasukan Pendudukan Israel di perairan internasional pada Rabu sekitar pukul 20.30.

“Sebelum menaiki kapal-kapal tersebut secara ilegal, tampaknya kapal-kapal angkatan laut Israel sengaja merusak komunikasi kapal, dalam upaya memblokir sinyal marabahaya dan menghentikan siaran langsung penikaman kapal ilegal mereka,” lanjut pernyataan itu.

Armada tersebut membawa bantuan kemanusiaan dalam jumlah simbolis dan terus maju dengan misinya untuk membangun koridor maritim menuju Gaza.

Kementerian Luar Negeri Israel mempublikasikan video yang menunjukkan aktivis iklim Swedia, Greta Thunberg, duduk di dek kapal dengan dikelilingi tentara.

“Beberapa kapal armada Hamas-Sumud telah dihentikan dengan selamat dan penumpangnya sedang dipindahkan ke pelabuhan Israel,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Israel di X. “Greta dan teman-temannya dalam keadaan selamat dan sehat.”