Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan ratusan wilayah di Indonesia mengalami kekeringan ekstrem dengan durasi hari tanpa hujan (HTH) mencapai 90 hari.
Kondisi kering ini diprediksi terus berlanjut dan meluas sepanjang awal Agustus 2026.
Data monitoring HTH Dasarian III Juli 2026 mencatat 1.657 titik pengamatan mengalami kekeringan sangat panjang selama 31 hingga 60 hari.
Sebanyak 306 titik pengamatan lainnya bahkan masuk kategori ekstrem dengan durasi melampaui 60 hari.
Wilayah terdampak tersebar di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatra bagian selatan, Kalimantan bagian selatan, Maluku Utara, hingga sebagian Sulawesi.
Pos Hujan BPP Pajangan di Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta, mencatat durasi hari tanpa hujan terpanjang, yakni 90 hari.
BMKG memperingatkan ancaman serius terhadap ketersediaan air serta meningkatnya kerentanan lahan dan vegetasi terhadap kebakaran.
Sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah dilaporkan terjadi di Kalimantan Barat, Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.
Pemantauan satelit turut mendeteksi sebaran asap di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.
Asap karhutla dari Kalimantan bahkan berpotensi melintasi batas negara menuju wilayah Sarawak dengan pergerakan dominan ke arah barat laut.
Fenomena ini menunjukkan bahwa kekeringan ekstrem tidak hanya memicu risiko kebakaran lokal, tetapi juga berdampak lintas wilayah hingga mancanegara.
Meski cuaca kering mendominasi, BMKG menyatakan potensi hujan lebat secara lokal masih tetap ada.
Aktivitas Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial, serta anomali OLR negatif, memicu peningkatan pembentukan awan di sebagian wilayah Indonesia bagian barat hingga tengah.
Curah hujan lebat hingga sangat lebat sempat tercatat pada periode 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Utara.
BMKG menegaskan, kendati musim kemarau menguat, peluang turunnya hujan di titik-titik tertentu masih mungkin terjadi.







