Ecozone

Pemerintah Gandeng Cina Kembangkan Kawasan Industri Wiraraja di Madura

8
×

Pemerintah Gandeng Cina Kembangkan Kawasan Industri Wiraraja di Madura

Sebarkan artikel ini
Penandatanganan nota kesepahaman pengembangan Kawasan Industri Wiraraja di Madura oleh pemerintah Indonesia dan Tiongkok.
Pemerintah Indonesia resmi menjalin kemitraan dengan Tiongkok untuk mengembangkan Kawasan Industri Wiraraja di Madura.

Bangkalan, Jawa Timur – Pemerintah Indonesia resmi menjalin kemitraan strategis dengan Tiongkok untuk mengembangkan Kawasan Industri Wiraraja Madura melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung pada Rabu (5/8/2026) guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi regional serta menciptakan pusat manufaktur baru.

Dilansir dari keterangan resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, kesepakatan tersebut melibatkan PT Wiraraja Madura International dan Guangzhou Zhanjiang Industrial Transfer Cooperation Park Management Committee untuk memperkuat kolaborasi industri modern.

Prosesi penandatanganan ini juga mencakup pengesahan Agreement on Joining the Guangdong ASEAN Industrial Park International Cooperation Alliance dengan Wiraraja Madura Industrial Estate.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat program Two Countries Twin Parks (TCTP).

“Kawasan di Madura ini kedepannya juga merupakan kawasan heavy industry Indonesia, Petrokimia (Gresik), jadi nanti dengan adanya Kawasan Industri Bangkalan ini akan menjadi seimbang,” kata Airlangga.

Ia menambahkan bahwa pengembangan kawasan ini akan melengkapi hubungan ekonomi bilateral antara Indonesia dan Tiongkok melalui peningkatan investasi serta perdagangan.

“Ini akan melengkapi kerja sama antara Indonesia dan Cina karena kedua negara sudah punya bilateral swap arrangement yang sampai dengan 50 miliar dolar,” ujar Airlangga.

Kawasan ini nantinya akan menampung berbagai klaster industri dari Tiongkok, termasuk sektor manufaktur padat karya seperti industri cokelat, matras, tekstil, dan benang.

Pemerintah Kabupaten Bangkalan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah berkomitmen untuk melakukan percepatan perizinan demi kelancaran operasional kawasan tersebut.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) sekaligus President Director Wiraraja Madura Industrial Estate, Akhmad Ma’ruf Maulana, menegaskan bahwa area ini dirancang sebagai pusat manufaktur terpadu yang mendukung sektor logistik dan energi ramah lingkungan.

Wali Kota Zhanjiang, Li Yongyi, mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan mitra dagang vital bagi wilayahnya dalam implementasi model kolaborasi Two Countries Twin Parks.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyebut pengembangan kawasan ini sebagai katalis pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur.

“Menjadi langkah konkret pemerintah dalam mendorong investasi berkualitas, mempercepat pengembangan kawasan industri baru, dan membuka lebih banyak lapangan kerja,” kata Haryo.

Data menunjukkan bahwa nilai perdagangan antara Zhanjiang dan Indonesia pada tahun 2025 mencapai 2,461 miliar yuan atau meningkat sebesar 6,3% dibandingkan tahun sebelumnya.

Hingga saat ini, terdapat 8 perusahaan asal Zhanjiang yang telah merealisasikan investasi di Indonesia melalui 12 proyek dengan total nilai mencapai US$ 370 juta.

Di sisi lain, sebanyak 6 perusahaan asal Indonesia telah menanamkan modalnya di Zhanjiang sebagai wujud nyata penguatan kerja sama ekonomi kedua belah pihak.