BANDAR LAMPUNG – Presiden ketujuh RI Joko Widodo menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Bandar Lampung, Sabtu (27/6/2026).
Kehadiran Jokowi dalam agenda tersebut bertujuan memberikan arahan kebangsaan sekaligus menyapa warga dan relawan setempat.
Pertemuan ini berlangsung saat elektabilitas PSI tercatat menyentuh angka 4,1 persen berdasarkan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).
Capaian tersebut menempatkan PSI dalam peta persaingan politik nasional yang semakin diperhitungkan.
Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, menegaskan bahwa angka tersebut belum cukup untuk dirayakan karena masih jauh dari target kemenangan partai.
“Kami bersyukur atas pertumbuhan kepercayaan publik, tetapi angka ini masih terlalu kecil,” ujar Ahmad Ali.
Ia menekankan bahwa kerja partai tidak boleh berhenti hanya karena hasil survei yang positif.
Ahmad Ali menilai dinamika politik saat ini telah berubah dengan pemilih yang semakin rasional.
Meskipun figur masih berpengaruh, publik kini lebih mengutamakan kapasitas partai dalam menjawab persoalan sehari-hari.
Ia memandang kondisi ini sebagai peluang sekaligus tantangan bagi PSI untuk membangun kedekatan nyata dengan masyarakat.
“Dukungan tidak datang karena slogan, tetapi melalui kepercayaan yang dibangun lewat kerja konsisten,” tegasnya.
Menurut Ali, hasil survei hanyalah instrumen evaluasi dan bukan penentu akhir kekuatan politik.
Ia mengingatkan para kader agar tidak cepat merasa aman dengan tren survei yang sedang berjalan.
Saat ini, partai fokus memperkuat struktur, memperluas konsolidasi, dan memastikan agenda kerja nyata dirasakan langsung oleh masyarakat.







