Bogor – BMKG memperkuat layanan iklim dan inovasi meteorologi penerbangan di Jawa Barat dan Banten. Hal ini ditegaskan Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani.
Penegasan disampaikan saat kunjungan kerja ke Stasiun Klimatologi Bogor dan Stasiun Meteorologi Curug, Rabu (7/01/2025).
Stasiun Klimatologi Bogor, di bawah Balai Besar MKG Wilayah II, memegang peranan penting. Mereka menyediakan informasi iklim dan cuaca untuk Jawa Barat.
Dengan wilayah berpenduduk lebih dari 50 juta jiwa, sektor pertanian menjadi tulang punggung ekonomi. Stasiun ini mendukung ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya air, dan mitigasi bencana hidrometeorologi.
Faisal menekankan pentingnya Stasiun Klimatologi Bogor sebagai rujukan nasional.
“Stasiun Klimatologi Jawa Barat harus terus meningkatkan kualitas data, layanan, dan kinerjanya,” ujarnya.
Ia menyoroti tantangan perubahan iklim. Stasiun klimatologi harus unggul dalam analisis, diseminasi informasi, dan pelayanan.
Kunjungan dilanjutkan ke Stasiun Meteorologi Curug di Tangerang, Banten.
Stasiun ini mendukung operasional Bandara Budiarto Curug. Bandara ini digunakan sebagai bandara pesawat latih bagi Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug dan sekolah penerbang lainnya.
Faisal menekankan inovasi berkelanjutan dalam layanan cuaca penerbangan.
“Stasiun Meteorologi Curug harus terus berinovasi dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” tegasnya.
Ia menilai pentingnya pemanfaatan peralatan meteorologi modern dan peningkatan kompetensi SDM.
Faisal menegaskan penguatan stasiun klimatologi dan meteorologi adalah upaya BMKG. Tujuannya menjaga keselamatan masyarakat dan mendukung pembangunan nasional.
Stasiun Klimatologi Bogor dan Stasiun Meteorologi Curug berperan langsung. Mereka menjawab kebutuhan sektor strategis, mulai dari ketahanan pangan hingga keselamatan penerbangan.
Kunjungan ini menjadi momentum awal tahun 2026 bagi BMKG. Tujuannya terus meningkatkan kualitas layanan, inovasi teknologi, dan profesionalisme SDM.







