Ecozone

Bisnis Kilang Singapura Jadi Mesin Pertumbuhan Barito Pacific Tahun Ini

14
×

Bisnis Kilang Singapura Jadi Mesin Pertumbuhan Barito Pacific Tahun Ini

Sebarkan artikel ini
606a34e711368b018464475d20881414.jpg
606a34e711368b018464475d20881414.jpg

Jakarta – Prospek kinerja PT Barito Pacific Tbk (BRPT) diproyeksikan tetap cerah hingga akhir tahun 2026. Optimisme ini didorong oleh kontribusi bisnis terintegrasi di Singapura serta peningkatan kapasitas kilang yang menjadi penopang utama pertumbuhan konglomerasi milik Prajogo Pangestu tersebut.

Perusahaan mencatatkan lonjakan kinerja yang signifikan pada kuartal I-2026. Manajemen BRPT menyatakan bahwa hasil positif ini dipicu oleh kontribusi kuat dari operasi kilang minyak di Singapura. Saat ini, perseroan tengah memperkuat integrasi bisnis hilir melalui akuisisi aset ritel bahan bakar milik ExxonMobil.

Anak usaha BRPT, yakni PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), saat ini mengoperasikan Kilang Minyak Aster yang sebelumnya dikenal sebagai Shell Energy & Chemicals Park setelah diakuisisi pada April 2025. Selain itu, perusahaan juga telah mengoperasikan jaringan bahan bakar ritel merek Esso di Singapura yang resmi diakuisisi dari ExxonMobil pada Januari 2026.

Senior Equity Research Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas, menilai prospek BRPT hingga akhir 2026 tetap positif. Hal ini seiring dengan kontribusi penuh dari aset energi dan kilang di Singapura melalui Aster Chemicals & Energy. Menurutnya, akuisisi Kilang Bukom dan jaringan SPBU Esso memperkuat diversifikasi pendapatan di luar bisnis petrokimia.

Sukarno menambahkan bahwa peningkatan kapasitas kilang pada semester II-2026 berpotensi mendukung pertumbuhan volume dan margin perusahaan. Pandangan senada disampaikan Analis UBS Sekuritas Indonesia, Timothy Handerson, yang menilai Aster memiliki posisi strategis untuk memanfaatkan tingginya margin pengilangan.

Posisi tersebut didukung oleh kapasitas kilang sebesar 237 ribu barel per hari dengan porsi produksi yang besar pada produk diesel dan bahan bakar jet. Kapasitas kilang diperkirakan akan meningkat menjadi 300 ribu barel per hari pada paruh kedua 2026 seiring dengan mulai beroperasinya unit condensate splitter yang memberikan potensi pertumbuhan tambahan.

Dalam risetnya tertanggal 9 Juni 2026, Timothy menaikkan asumsi margin pengilangan minyak tahun 2026 menjadi US$ 17 per barel dari sebelumnya US$ 15 per barel untuk mencerminkan kondisi pasar terkini. Berdasarkan analisis tersebut, setiap kenaikan US$ 1 per barel pada margin pengilangan berpotensi meningkatkan EBITDA BRPT sebesar US$ 87 juta hingga US$ 110 juta.

Sementara itu, Analis Sucor Sekuritas, Andreas Yordan Tarigan, menyoroti pertumbuhan kapasitas terpasang pembangkit listrik milik BREN yang diperkirakan meningkat dari 970 megawatt pada 2025 menjadi 2,8 gigawatt pada 2032. Peningkatan ini diproyeksikan menjadikan perusahaan sebagai salah satu pusat energi hijau utama di kawasan regional.

Pertumbuhan kapasitas tersebut ditopang oleh proyek panas bumi Suoh Sekincau dan Hamiding, serta pengembangan pembangkit listrik tenaga angin. Proyek Suoh Sekincau sendiri merupakan proyek berskala besar dengan potensi kapasitas mencapai 495 megawatt hingga 875 megawatt.

Meski demikian, terdapat beberapa risiko yang perlu dicermati, seperti tekanan margin petrokimia akibat kondisi kelebihan pasokan global dan volatilitas harga minyak. Selain itu, potensi gangguan rantai pasok akibat ketegangan geopolitik serta tingginya biaya pendanaan di tengah lingkungan suku bunga global yang masih relatif tinggi tetap menjadi tantangan bagi kinerja perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan BRPT melonjak 232,18 persen secara tahunan menjadi US$ 2,57 miliar pada akhir kuartal I-2026, dibandingkan US$ 773,75 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga tercatat meningkat 459,90 persen menjadi US$ 90,48 juta.

Andreas memproyeksikan pendapatan BRPT pada 2026 akan mencapai US$ 11,12 miliar atau tumbuh 45,7 persen dibandingkan realisasi tahun 2025 sebesar US$ 7,63 miliar. Namun, laba bersih perusahaan diperkirakan turun 38,2 persen menjadi US$ 303 juta dari US$ 490 juta pada tahun sebelumnya.

Terkait pergerakan saham, Sukarno menilai prospek BRPT mulai menunjukkan perbaikan seiring bergesernya fokus pasar dari isu leverage menuju potensi pertumbuhan laba pasca akuisisi aset energi. Sukarno merekomendasikan beli atau akumulasi saat harga melemah dengan target harga 12 bulan di kisaran Rp 2.200 hingga Rp 2.400 per saham. Sementara itu, Andreas dan Timothy memberikan rekomendasi beli dengan target harga masing-masing Rp 4.200 dan Rp 2.700 per saham.

002e0950eefc5438da0f58d1021e7c4f.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – NEW YORK. Harga minyak dunia kembali tertekan tajam dan menyentuh level terendah dalam tiga bulan terakhir setelah muncul harapan tercapainya kesepakatan sementara untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah serta membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz. Pada perdagangan Selasa (16/6/2026), minyak mentah Brent ditutup turun US$ 4,21 atau 5,1% ke level US$ 78,96 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas…

c75722ce74958ea0af0c325c6ed5836a.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai transaksi waran terstruktur di RHB Sekuritas melonjak di tengah volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sepanjang 2026 berjalan ini. Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan Rata-Rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) waran terstruktur tercatat Rp 33,3 miliar di Januari–Mei 2026. Ini meningkat dibandingkan RNTH sepanjang tahun 2025 yang berada di level Rp 10 miliar per hari. Dari sisi jumlah investor, BEI…

0d44ff5c777acf31f3f0df876cc9f743.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kesepakatan sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz mulai memicu reli aset-aset emerging market. Berdasarkan data Bloomberg, indeks saham negara berkembang MSCI Emerging Markets melonjak 2,8% dan mendekati rekor tertinggi yang sempat dicapai pada awal Mei 2026. Meredanya ketegangan geopolitik membuat investor global mulai kembali memburu aset berisiko. Bahkan, aliran dana asing ke…

4fb76b8b4aa755bc7bbd323df2792608.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 4,12% atau bertambah 247 poin ke level 6.254,96 pada penutupan perdagangan, Senin (15/6/2026). Untuk perdagangan selanjutnya Rabu (17/6), Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda memproyeksikan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan setelah berhasil membentuk pola V-shape recovery yang didukung oleh membaiknya sentimen pasar serta mulai melandainya tekanan jual investor asing….

282d34d071c066d2c516757a7156c165.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Arah pasar keuangan di Tanah Air pada pertengahan tahun 2026 ini masih diselimuti gejolak sentimen global dan lesunya sentimen domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 4,12% pada perdagangan Senin (15/6/2026) kemarin ke 6.254,96. Dalam sepekan, akumulasi kenaikannya bahkan sampai 17,09%. Sejumlah bursa negara berkembang lain juga tampak bergairah pasca pengumuman rencana perjanjian antara Amerika Serikat (AS)…

f211f6ec37e00d0c3c7cbe5af121b5f2.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate meningkat lagi menjadi sebesar 5,50%. Mengenai hal itu, Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Avrist menilai kenaikan suku bunga acuan BI bisa memengaruhi hasil investasi. President Director DPLK Avrist Avrist Firmansyah menyampaikan pengaruh tersebut dapat terjadi utamanya pada yield instrumen pendapatan tetap dan pasar uang. Namun, dia bilang dampaknya tidak selalu negatif….