Ecozone

BI Naikkan Suku Bunga, Harga Pertamax Melonjak, dan Strategi Saham Berubah

16
×

BI Naikkan Suku Bunga, Harga Pertamax Melonjak, dan Strategi Saham Berubah

Sebarkan artikel ini
63f3e08600bc1728530dc25d055d987b.jpg
63f3e08600bc1728530dc25d055d987b.jpg

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja negatif yang signifikan pada perdagangan bulan Mei 2026. Pasar modal Indonesia mengalami tekanan berat dengan koreksi indeks mencapai sekitar 12 persen dalam periode tersebut, yang tercatat sebagai salah satu penurunan bulanan terdalam dalam beberapa tahun terakhir.

Aksi jual besar-besaran ini dipicu oleh respons pasar terhadap serangkaian perubahan kebijakan pemerintah. Kondisi tersebut mendorong investor asing untuk melakukan penarikan modal secara masif dari pasar saham domestik.

Analis CGS International Sekuritas Indonesia, Hadi Soegiarto, dalam risetnya pada 10 Juni 2026, menjelaskan bahwa para pelaku pasar saat ini lebih memprioritaskan langkah antisipasi daripada menunggu kepastian detail implementasi kebijakan. Menurutnya, tingkat kehati-hatian investor sedang berada pada posisi yang sangat tinggi.

Selain faktor domestik, sentimen pasar juga tertekan oleh situasi geopolitik yang memanas di Iran. Eskalasi tersebut memperburuk kondisi pasar global sekaligus meningkatkan kekhawatiran investor mengenai potensi pelebaran defisit fiskal Indonesia yang diprediksi melampaui estimasi awal.

Dampak dari arus keluar dana asing yang signifikan menyebabkan valuasi saham di Indonesia tertekan ke level yang sangat rendah. Berdasarkan data riset CGS International, saham-saham dalam cakupan mereka kini diperdagangkan pada rasio price-to-earnings (P/E) sekitar 7,2 kali.

Angka tersebut jauh berada di bawah rata-rata selama 11 tahun terakhir yang mencapai 14,8 kali. Bahkan, posisi valuasi saat ini lebih rendah dibandingkan titik terendah saat pandemi Covid-19 yang sempat menyentuh level 9,5 kali.

Hadi menegaskan bahwa besarnya arus keluar modal menunjukkan bahwa prioritas utama investor saat ini adalah stabilitas, bukan sekadar mencari valuasi harga yang murah.

Di tengah tekanan tersebut, IHSG sempat mencatatkan pemulihan atau rebound sebesar 10,5 persen dalam dua hari perdagangan pada 8 hingga 9 Juni 2026. Meskipun demikian, indeks masih berada di posisi 15 persen lebih rendah dibandingkan akhir April dan mencatatkan penurunan sebesar 32 persen secara year-to-date.

Langkah agresif Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada 9 Juni 2026 menjadi katalis utama pemulihan tersebut. Kebijakan ini juga diikuti dengan peningkatan imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk merangsang arus modal masuk kembali ke pasar domestik.

Kebijakan moneter tersebut terbukti memberikan dampak positif terhadap mata uang nasional. Rupiah tercatat menguat sekitar 2 persen terhadap dolar AS dalam dua hari perdagangan, yang merupakan penguatan harian terkuat sejak Januari 2026.

Dinamika pasar juga dipengaruhi oleh perkembangan domestik lainnya, seperti penahanan Kepala Badan Gizi Nasional pada 3 Juni 2026 yang memunculkan ekspektasi penyesuaian anggaran program makan bergizi gratis. Selain itu, kenaikan harga bahan bakar nonsubsidi Pertamax RON92 pada 10 Juni 2026 dinilai sebagai sinyal positif terhadap disiplin fiskal pemerintah.

Langkah penyesuaian harga BBM tersebut berpotensi menghemat anggaran hingga puluhan triliun rupiah apabila harga minyak dunia tetap tinggi. Namun, Hadi mengingatkan bahwa ketidakpastian pasar masih cukup tinggi, terutama menjelang tinjauan peringkat kredit sovereign Indonesia oleh S&P yang dijadwalkan pada Juni atau Juli 2026.

Hasil dari tinjauan peringkat kredit tersebut menjadi risiko penurunan utama yang dapat memengaruhi arus modal lebih lanjut. Di sisi lain, potensi katalis positif masih terbuka melalui kemungkinan efisiensi belanja pemerintah untuk menjaga stabilitas fiskal.

Menanggapi perubahan kondisi pasar, CGS International melakukan penyesuaian pada daftar saham pilihan utama. Fokus kini dialihkan pada bank besar, saham siklikal, dan emiten yang telah terkoreksi dalam.

Daftar saham yang masuk dalam pilihan utama meliputi BBCA, BBNI, BMRI, ASII, KLBF, WIIM, dan MAPA. Sementara itu, beberapa saham dikeluarkan dari daftar, seperti MEDC, EXCL, CMRY, DSNG, TAPG, ARCI, HMSP, dan GGRM, yang terdampak oleh penurunan harga komoditas maupun tekanan pasar secara umum.

0bcb2268558b6e46228fc39db53e1751.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kejelasan arah kebijakan sektor tambang dari pemerintah dinilai memberikan kepastian baru bagi pelaku industri, terutama di komoditas nikel. Dalam briefing gabungan antara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pemerintah menegaskan bahwa skema gross split tetap dibatasi hanya untuk minyak dan gas, sementara sektor mineral dan batu bara tidak terdampak perubahan tersebut….

e9c63d9ca488dadf9dd3051a07e4e9d2.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP) berencana menambah lini bisnis baru untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Perusahaan yang melantai di bursa pada 12 Februari 2024 ini selama ini bergerak di bidang manufaktur, perdagangan, penyewaan, perbaikan, serta suku cadang pompa untuk industri minyak, gas, dan pertambangan. Direktur Utama MKAP, Eric Handoko, menyatakan, langkah perluasan bisnis ini sejalan dengan dinamika…

1d62b5fa5d258fc022ec5502e073efe7.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan sanksi kepada 88 emiten yang belum menyampaikan laporan keuangan tahun 2025. Dalam Pengumuman Bursa No.Peng-S-00016/BEI.PLP/06-2026, batas waktu penyampaian laporan keuangan auditan tahunan per 31 Desember 2025 adalah pada Selasa, 31 Maret 2026. Berdasarkan pemantauan Bursa per 30 Mei 2026, sebanyak 88 emiten belum menyampaikan laporan keuangan per 2025. Baca Juga: Rupiah Menguat…

fe61b3cd1122cd003c7b0a97f3c52c93.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dukungan kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) dan kembali masuknya aliran modal asing ke instrumen domestik menjadi penopang utama mata uang Garuda. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp 17.860 per dolar AS pada Jumat (12/6), menguat 0,72% dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di Rp 17.989 per dolar AS….

6b6f158f6fd40008fbc3c2da84867c1c.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai sebesar-besarnya Rp 500 miliar. Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan, buyback saham ini merupakan bagian dari strategi BRI untuk meningkatkan nilai pemegang saham sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap kekuatan fundamental kinerja perseroan serta prospek pertumbuhan jangka panjang…