FENESIA – PT Pindad mengatakan bahwa Maung versi sipil akan mulai diperjual belikan pada pertengahan tahun ini dengan sistem inden. Perusahaan milik negara tersebut menjelaskan persiapan untuk komersialisasi Maung saat ini sedang dilakukan, termasuk soal sistem pemesanan dan pembayaran.
“Sistem pemesanan dan skema pembayaran akan disampaikan setelah semua persiapan komersialisasi Maung rampung. Mengingat tingginya minat masyarakat tidak menutup kemungkinan akan dibuka sistem pre-order,” ungkap Direktur Utama Pindad Abraham Mose.
Pre-order atau disingkat PO merupakan sistem bisnis dengan skema ‘pesan terlebih dahulu’. Pemesanan seperti ini bisa diiringi uang tanda jadi atau pembayaran sepenuhnya sebelum barang diproduksi.
Pebisnis biasa melakukan hal ini untuk promosi menjelang peluncuran produk baru sekaligus menilai antusiasme konsumen. Selain itu cara ini juga bisa dilakukan untuk menyesuaikan volume produksi dengan permintaan agar stok tidak berlebihan.
Abraham mengatakan Pindad sangat mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat akan Maung sejak muncul ke publik.
Maung pertama diperkenalkan pada publik setelah Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menjajal mobil tersebut pada Juli 2020. Mobil ini awalnya dirancang untuk kebutuhan militer terutama dalam kondisi pertempuran jarak dekat.
Maung versi militer memiliki spesifikasi khusus untuk menunjang mobilisasi pasukan seperti kaca dan bodi anti peluru, dudukan persenjataan, bahkan perlengkapan persenjataan dan keselamatan lain.
Mobil 4×4 ini menggendong mesin turbo diesel 2.500 cc milik Toyota Hilux. Abraham belum menjelaskan detail spesifikasi Maung versi sipil, namun dikatakan ada perbedaan seperti tanpa kelengkapan persenjataan dan dikatakan kemungkinan memakai mesin berbeda.
Pindad disebut akan melakukan uji coba terhadap 10 pabrikan untuk menentukan mesin Maung. Abraham tidak mengungkap siapa saja identitas pabrikan itu.
“Maung versi sipil akan menjadi kendaraan pertama produksi Pindad yang dirilis di pasar komersil,” ucap Abraham.
Pindad saat ini masih dalam tahap produksi Maung versi militer untuk memenuhi pesanan Kementerian Pertahanan. Sebanyak 40 unit Maung telah dikirim dan diserahterimakan kepada TNI yang menjadi bagian dari pesanan total Kemenhan 500 unit.













