FENESIA – Dampak bencana longsor dan banjir bandang yang melanda Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, pada Minggu (23/11) semakin memprihatinkan.
Hingga Selasa (25/11/2025), wilayah tersebut masih dalam kondisi isolasi total. Jaringan internet, telepon seluler, hingga sambungan telepon reguler dilaporkan lumpuh sama sekali.
Situasi ini menimbulkan kecemasan mendalam bagi warga perantau yang tidak dapat berkomunikasi dengan keluarga di kampung halaman.
Perantau Panik Karena Kehilangan Kontak
Ratni Febrisa, warga Jorong Silungkang yang kini tinggal di Kota Padang, mengaku gelisah lantaran sudah berhari-hari tidak dapat menghubungi orang tua dan anggota keluarganya di lokasi bencana.
“Warga sekitar tidak bisa dihubungi, bahkan menggunakan jaringan telepon biasa pun tidak bisa, dan kami resah,” ujar Ratni.
Ratni menuturkan, sebelum komunikasi benar-benar terputus, ia sempat menerima pesan singkat dari keluarganya.
“Saya sempat menerima pesan dari keluarga di lokasi, dan mereka mengatakan lampu mati bahkan hingga kini tetap mati. Setelah itu keluarga saya tidak bisa dihubungi,” tambahnya.
Selain jaringan komunikasi yang lumpuh, listrik di dua jorong Silungkang dan Tantaman juga padam total sejak awal bencana.
Hal ini memicu kekhawatiran akan potensi longsor serta banjir bandang susulan seiring cuaca ekstrem yang masih melanda Sumatera Barat.
Diskominfo Agam Akui Banyak Tantangan Pemulihan
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Agam, Roza Syafdefianti, membenarkan bahwa Palembayan masih menghadapi banyak titik longsor yang menghambat penanganan cepat.
Ia menyebutkan bahwa secara umum sinyal telepon masih tersedia di wilayah Palembayan. Namun, untuk kondisi di Jorong Silungkang, pihaknya belum dapat memastikan jangkauan layanan.
“Di Tigo Koto Silungkang tahun 2024 sudah diresmikan 1 BTS. Kita belum cek lapangan apakah jangkauan BTS tersebut sampai ke Jorong Silungkang,” jelas Roza.
Roza juga menegaskan bahwa pemulihan jaringan listrik menjadi tantangan berat karena akses menuju lokasi terhambat material longsor.
“Belum bisa diakses karena longsor. Info dari tim PLN juga belum bisa recovery jaringannya di sana,” ujar Roza.
Pemulihan Komunikasi Jadi Kunci Penanganan Darurat
Isolasi total yang dialami warga di Tigo Koto Silungkang menjadi bukti betapa vitalnya peran komunikasi dan energi dalam penanganan bencana.
Tanpa akses telepon, internet, dan listrik, proses evakuasi hingga distribusi bantuan berpotensi terhambat.
Hingga kini, masyarakat perantau berharap pemerintah daerah segera menemukan solusi untuk memulihkan jaringan dan memastikan keselamatan keluarga di kampung halaman. (*)







