Berita

BBPOM dan Ade Pratama Edukasi Masyarakat Limbanang Soal Obat

114
×

BBPOM dan Ade Pratama Edukasi Masyarakat Limbanang Soal Obat

Sebarkan artikel ini
ade-rezki-pratama-bersama-bbpom-gelar-komunikasi-informasi-dan-edukasi-(kie)-bersama-tokoh-masyarakat-di-limbanang
ade rezki pratama bersama bbpom gelar komunikasi informasi dan edukasi (kie) bersama tokoh masyarakat di limbanang

Lima Puluh Kota – Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat membeli obat dan makanan, terutama secara daring. Imbauan ini muncul seiring maraknya peredaran produk ilegal dan berbahaya.

Ade Rezki Pratama menekankan pentingnya melakukan pengecekan “KLIK” (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk.

“Jika akan berbelanja atau membeli produk, lakukan Cek KLIK,” tegasnya saat sosialisasi di Jorong Ekor Parit, Nagari Limbanang, Kecamatan Suliki, Kabupaten Lima Puluh Kota, Rabu (10/09/2025).

Sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) ini digelar bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang dan menyasar tokoh masyarakat setempat.

Ade menyoroti peredaran obat ilegal secara online yang seringkali menggunakan jasa pengiriman tanpa pengawasan resmi.

Komisi IX DPR RI bersama BPOM terus berupaya mengawasi dan memberantas peredaran obat dan makanan berbahaya.

Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Madya BBPOM di Padang, Linda Gusrini Fadri, menambahkan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberdayakan masyarakat.

Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kemandirian masyarakat dalam mengawasi produk obat dan makanan.

BPOM juga meminta produsen bertanggung jawab memastikan keamanan, khasiat, dan mutu produk hingga sampai ke tangan konsumen.

BPOM tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan pendampingan bagi pelaku UMKM agar menghasilkan produk pangan yang aman dan berkualitas.

“Melalui kegiatan pemberdayaan seperti KIE ini, saya berharap masyarakat semakin bijak dalam memilih obat dan makanan yang aman untuk dikonsumsi,” tutup Ade.