Berita

Basarnas Pastikan Rekaman Smartwatch Kopilot ATR Adalah Data Lama

122
×

Basarnas Pastikan Rekaman Smartwatch Kopilot ATR Adalah Data Lama

Sebarkan artikel ini
smartwatch-kopilot-atr-aktif,-kepala-basarnas-ungkap-fakta-mencengangkan!
smartwatch kopilot atr aktif, kepala basarnas ungkap fakta mencengangkan!

Jakarta – Kepala Basarnas Mohammad Syafii memastikan rekaman langkah kaki di “smartwatch” kopilot pesawat ATR 42-500, Muhammad Farhan Gunawan, bukan rekaman saat kejadian.

Rekaman itu adalah rekaman lama saat Farhan berada di Yogyakarta.

Hal ini disampaikan Syafii dalam rapat bersama Komisi V DPR RI, Selasa (20/1/2026).

“Kami dibantu oleh Polda Sulawesi Selatan, bahkan Tim Siber ikut juga,” jelas Syafii.

“Setelah dikonfirmasi, ternyata itu adalah rekaman beberapa bulan yang lalu pada saat yang bersangkutan jalan-jalan di Jogja,” imbuhnya.

Informasi ini juga telah disampaikan kepada pihak keluarga Farhan.

“Dari pihak keluarga juga sudah memahami, dan kita juga memahami perasaan keluarga, makanya itu di-broadcast,” kata Syafii.

Sebelumnya, beredar kabar dari kerabat kopilot Farhan yang mendeteksi langkah pria itu melalui smartwatch.

Basarnas terus memaksimalkan pencarian korban pesawat ATR 42-500.

Syafii melaporkan, tim gabungan menghadapi medan ekstrem berupa tebing curam sedalam 500 meter dari puncak berketinggian 1.200 mdpl.

Kondisi ini membutuhkan teknik pencarian dan evakuasi khusus.

“Tantangan terbesar adalah kondisi cuaca dan alam yang sangat ekstrem kabut tebal, medan terjal, serta perubahan cuaca yang cepat menjadi faktor penghambat utama dalam operasi,” kata Syafii.

Syafii mengajak masyarakat mendoakan keselamatan tim yang bertugas di pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep-Maros, Sulawesi Selatan.

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) jatuh di Pangkep.