Medan – Banjir dan longsor dahsyat menerjang Sumatra Utara, mengakibatkan puluhan korban jiwa dan ribuan warga mengungsi. Data terbaru mencatat 43 orang meninggal dunia, 81 luka-luka, dan 88 lainnya masih dalam pencarian.
Bencana hidrometeorologi ini melanda setidaknya 10 kabupaten/kota di Sumut, termasuk Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Tapanuli Utara.
Akses menuju Tapanuli Tengah dan Sibolga terputus total, menghambat penyaluran bantuan melalui jalur darat.
Gubernur Sumut, Bobby Nasution, mengungkapkan bahwa delapan kabupaten/kota lainnya sudah dapat dijangkau melalui jalur darat.
Pemprov Sumut menyiapkan opsi pengiriman bantuan melalui udara ke wilayah yang terisolir, dengan menyiagakan dua helikopter bekerja sama dengan TNI.
“Pembersihan material longsor terus dilakukan untuk membuka jalur logistik dan memulihkan komunikasi,” tegas Bobby.
Kepala Dinas Kominfo Sumut, Erwin Hotmansah Harahap, menambahkan bahwa pihaknya tengah berupaya memulihkan jaringan komunikasi yang terganggu akibat bencana.
Polda Sumut mencatat cakupan wilayah terdampak lebih luas, mencapai 12 kabupaten/kota. Total pengungsi saat ini mencapai 1.168 orang.













