Ecozone

Bahlil Pastikan Indonesia Tetap Lanjutkan Impor Minyak dari Rusia

8
×

Bahlil Pastikan Indonesia Tetap Lanjutkan Impor Minyak dari Rusia

Sebarkan artikel ini
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan terkait kebijakan impor minyak dari Rusia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah Indonesia tetap melanjutkan impor minyak dari Rusia untuk ketahanan energi.

Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa pemerintah Indonesia akan melanjutkan impor minyak mentah dari Rusia guna memperkuat ketahanan cadangan energi nasional pada Selasa (28/7/2026).

Dilansir dari Bloomberg, langkah strategis ini dilakukan melalui skema kerja sama antarpemerintah atau government to government (G2G) yang melibatkan Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) sebagai badan layanan umum di bawah naungan Kementerian ESDM.

“Tahap pertama sudah terealisasi, yang melakukan impor itu adalah pemerintah Indonesia, G2G,” kata Bahlil Lahadalia.

Kebijakan pengadaan minyak dari Rusia ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pasokan energi domestik tetap terjaga bagi masyarakat maupun sektor industri nasional.

“Ini akan terus menerus, tujuannya adalah untuk menjaga cadangan kita, jangan sampai terjadi kekurangan dan sekaligus memastikan bahwa energi dalam negeri kita bisa tersedia,” ujar Bahlil Lahadalia.

Sebelumnya, laporan dari Bloomberg mencatat bahwa sebanyak 770 ribu barel minyak mentah telah dikirimkan dari Kozimo, Rusia, menggunakan kapal tanker Sierra pada akhir Juni lalu.

Data kepabeanan yang dihimpun oleh Big Trade Data menunjukkan nilai transaksi impor tersebut mencapai US$ 75 juta.

Komoditas minyak tersebut telah dikirimkan menuju Pelabuhan Balikpapan yang berlokasi di Kalimantan Timur untuk memperkuat cadangan strategis negara.

Pengiriman minyak ke Balikpapan tersebut menandai transaksi perdana yang dilakukan kedua negara setelah tercapainya kesepakatan impor pada bulan April lalu.

Pihak Bloomberg menyebut bahwa langkah ini menunjukkan upaya Moskow dalam memperluas basis pelanggan global di tengah dinamika konflik yang melibatkan Iran.

Pemerintah Indonesia memposisikan kebijakan impor ini sebagai langkah mitigasi untuk menghindari potensi kelangkaan energi di tengah ketidakpastian pasar global.

Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa stabilitas suplai menjadi prioritas utama pemerintah dalam mengelola sektor energi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Keterlibatan Lemigas dalam proses pengadaan ini memastikan bahwa setiap tahapan impor dilakukan sesuai dengan regulasi dan mekanisme badan layanan umum pemerintah.

Dengan berlanjutnya skema G2G ini, pemerintah berharap dapat menjaga keseimbangan antara kebutuhan konsumsi domestik dan ketersediaan stok cadangan minyak mentah nasional secara berkelanjutan.

Data mengenai kepabeanan dan alur distribusi minyak dari Rusia ini menjadi indikator penting dalam pemetaan strategi keamanan energi Indonesia di masa depan.