Fenesia – Spanyol resmi mengunci posisi puncak klasemen Grup H Piala Dunia 2026 setelah merampungkan seluruh pertandingan fase grup. Meski berhasil melaju ke babak gugur, performa La Roja dinilai belum sepenuhnya meyakinkan dibandingkan tim unggulan lain seperti Prancis atau Argentina.
Sepanjang tiga pertandingan di babak penyisihan, Spanyol tercatat hanya mampu mengoleksi lima gol. Catatan produktivitas tersebut dianggap minim mengingat lawan yang dihadapi, yakni Tanjung Verde, Uruguay, dan Arab Saudi, secara kualitas di atas kertas berada di bawah skuad asuhan Luis de la Fuente.
Perjalanan Spanyol bahkan sempat tersendat pada laga pembuka saat ditahan imbang tanpa gol oleh tim debutan, Tanjung Verde. Hasil tersebut memicu kritik mengenai efektivitas lini depan Spanyol yang kerap buntu saat menghadapi pertahanan rapat.
Kendala utama yang kini membayangi skuad Spanyol adalah badai cedera yang menghantam pilar-pilar utama di sektor sayap. Kondisi ini menjadi perhatian serius setelah Nico Williams dan Yeremy Pino dilaporkan mengalami masalah fisik di tengah turnamen.
Pelatih Luis de la Fuente menyatakan pihaknya saat ini masih menunggu hasil observasi mendalam dari tim medis terkait kondisi kedua pemain tersebut. Ia belum dapat memastikan apakah mereka bisa diturunkan pada laga krusial di babak gugur mendatang.
Dia mengalami masalah, bisa saja itu adalah otot yang tertarik, ujar de la Fuente sebagaimana dikutip dari Mundo Deportivo.
Menurut de la Fuente, terdapat kemungkinan bahwa kendala tersebut hanya dipicu oleh kelelahan ekstrem akibat jadwal pertandingan yang padat. Namun, staf medis tetap melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah terdapat kerusakan otot yang lebih serius.
Sebelumnya, Spanyol memang telah menghadapi tantangan besar terkait kebugaran pemain sebelum turnamen dimulai. Lamine Yamal dan Nico Williams sempat diragukan tampil akibat cedera hamstring dan otot yang diderita saat membela klub masing-masing.
Meskipun Lamine Yamal kini telah kembali bugar dan memberikan kontribusi signifikan, situasi berbeda dialami oleh Nico Williams. Ketidakpastian kondisi Williams memaksa tim pelatih untuk menyiapkan skema alternatif guna menjaga kedalaman skuad.
Dalam beberapa kesempatan, De la Fuente telah mengandalkan Alex Baena untuk mengisi pos sayap kiri. Keputusan tersebut terbukti cukup efektif karena Baena mampu memberikan kontribusi berupa gol maupun assist dalam beberapa laga terakhir.
Kehadiran pemain pelapis yang mumpuni diharapkan mampu menutupi absennya pemain utama di fase gugur. Spanyol dituntut untuk tampil lebih tajam dan konsisten karena kesalahan kecil pada babak sistem gugur akan berakibat fatal bagi ambisi mereka meraih gelar juara.
Pengamat sepak bola dari Spieltag Indonesia, Adrian, menyebut bahwa Spanyol tetap menjadi kandidat kuat karena memiliki generasi emas dengan bakat-bakat muda yang menonjol. Namun, efektivitas serangan tetap menjadi pekerjaan rumah utama yang harus diselesaikan oleh tim pelatih agar tidak kembali tergelincir saat menghadapi lawan yang lebih tangguh.







