Berita

Hujan Meteor Bootids Hiasi Langit Indonesia Sabtu Malam Tanpa Alat Bantu

10
×

Hujan Meteor Bootids Hiasi Langit Indonesia Sabtu Malam Tanpa Alat Bantu

Sebarkan artikel ini
siap-siap,-puncak-hujan-meteor-bootids-hiasi-langit-ri-malam-ini
siap siap, puncak hujan meteor bootids hiasi langit ri malam ini

Jakarta – Fenomena astronomi puncak hujan meteor Bootids dijadwalkan akan menghiasi langit Indonesia pada Sabtu (27/6) malam. Seluruh masyarakat di tanah air dapat mulai mengamati fenomena ini sesaat setelah matahari terbenam.

Peristiwa ini terjadi ketika Bumi melintasi gugusan debu sisa komet. Saat memasuki atmosfer, debu-debu tersebut terbakar dan menciptakan pemandangan layaknya bintang jatuh dalam jumlah yang cukup banyak di langit malam.

Nama Bootids diambil berdasarkan titik pancar fenomena ini yang terletak di rasi Bootes, tepatnya di bagian utara langit. Hujan meteor tersebut merupakan jejak debu serta es yang ditinggalkan oleh komet Pons-Winnecke.

Untuk menyaksikan peristiwa ini, masyarakat tidak memerlukan alat bantu khusus karena dapat diamati langsung dengan mata telanjang. Pengamat cukup mengarahkan pandangan ke arah langit utara setelah waktu magrib.

Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa hujan meteor merupakan peristiwa tahunan. Fenomena ini menunjukkan bahwa Bumi telah beberapa kali menembus gugusan debu sisa komet sepanjang orbitnya mengitari Matahari.

Menurutnya, jumlah meteor yang muncul setiap jam pada hujan meteor Bootids tergolong sulit diprediksi.

Ia menambahkan, kerapatan debu di sepanjang jalur komet tersebut tidak merata, sehingga intensitas kemunculannya bisa sangat bervariasi. Intensitasnya dapat berkisar dari beberapa meteor saja per jam hingga pernah mencapai puluhan meteor per jam.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa pada 1998, hujan meteor Bootids pernah menghasilkan hingga 100 meteor per jam. Sementara itu, pada tahun 2004, para pengamat langit mencatat kemunculan sekitar 20 hingga 50 meteor per jam.

Para astronom yang dikutip dari Weather menyebutkan bahwa meteor Bootids memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan yang relatif lambat. Hal ini membuat penampakannya cenderung terlihat sebagai jejak yang panjang dan perlahan, bukan kilatan cepat yang singkat.

Demi mendapatkan pengalaman pengamatan yang optimal, disarankan untuk mencari lokasi yang terbuka dan jauh dari polusi cahaya perkotaan. Memiliki medan pandang yang luas akan sangat membantu pengamat dalam menangkap lebih banyak meteor yang melintas di langit.