Showbiz

Anggy Umbara Garansi Ozora Adaptasi Kisah Nyata, Hindari Eksploitasi

94
×

Anggy Umbara Garansi Ozora Adaptasi Kisah Nyata, Hindari Eksploitasi

Sebarkan artikel ini
beb0a29aa93f688413aab9ee42fde784.jpg
beb0a29aa93f688413aab9ee42fde784.jpg

Jakarta – Film Ozora: Penganiayaan Brutal Penguasa Jaksel, yang mengangkat kisah nyata kasus penganiayaan David Ozora pada 2023 silam, bertujuan menjadi pengingat kuat akan penyelewengan kekuasaan. Sutradara Anggy Umbara, bersama Bounty Umbara, memastikan film ini akan setia pada cerita asli tanpa melebih-lebihkan, meskipun disajikan dalam format fiksi. Pernyataan tersebut disampaikan Anggy di Kantor Palmerah, Jakarta, pada Selasa, 25 November 2025.

Anggy Umbara, yang juga bertindak sebagai produser, menegaskan bahwa akurasi adalah prioritas utama. Ia menanggapi kritik terhadap film-filmnya sebelumnya yang dituding eksploitatif atau kurang akurat. “Ini bisa kami pastikan semua karena saya sendiri produsernya,” ujar Anggy, menekankan kendalinya atas narasi.

Film ini didesain sebagai “timestamp” untuk “menolak lupa bahwa penyelewengan kekuasaan ini menjadi kebiasaan buruk, dan terus terjadi.” Anggy mengaku lebih leluasa dalam memilih bagian cerita yang layak difilmkan, memastikan bahwa inti kisah nyata tersebut tersampaikan dengan jujur.

Untuk membangun karakter, Anggy melakukan riset mendalam. Ia berdialog langsung dengan Jonathan Latumahina, ayah David Ozora, yang karakternya akan diperankan oleh Chicco Jerikho. Selain itu, Anggy juga bertemu dengan saksi-saksi dan sahabat Jonathan, Melissa, yang menyediakan buku berisi transkrip persidangan dan kronologi kejadian.

Perihal penggambaran pelaku, Anggy menjelaskan bahwa bagian tersebut difiksikan dengan sentuhan dramatisasi. “Kami berikan pernyataan ada dramatisasi, yakni mengadopsi kejadiannya. Dengan harapan semoga hukumnya yang berpihak pada permasalahan tersebut,” terangnya, sembari menyebut tantangan terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Anggy menekankan bahwa fokus utama film ini adalah perjuangan seorang ayah untuk mendapatkan keadilan bagi anaknya, yakni Jonathan Latumahina. “Kalau kita dibully, ya kita harus bersuara. Kita harus punya support system yang kuat,” kata Anggy. Ia juga menambahkan, “Kejahatan yang terstruktur dan terbungkus rapi itu dan berjalan dengan terorganisir akan bisa mengalahkan kebenaran begitu. Makanya ini jadi pelajaran buat kita.”

Pendalaman karakter Jonathan menjadi lebih mudah berkat keterlibatan Chicco Jerikho yang sejak awal kasus telah menyoroti dan menjalin hubungan dekat dengan David dan Jonathan. Chicco bahkan berkontribusi dalam pemulihan David dan memiliki ide awal untuk mengangkat kisah ini ke layar lebar. “Saya menyambutnya karena sudah ada rencana. Saya sebagai produser, yang main siapa saja dan kami sudah siap,” pungkas Anggy.