Ecozone

Airlangga dan Danantara Tinjau Proyek Unggulan Kawasan Ekonomi Khusus Keuangan

47
×

Airlangga dan Danantara Tinjau Proyek Unggulan Kawasan Ekonomi Khusus Keuangan

Sebarkan artikel ini
5961090527f63662bbb936ff2713eb6c.jpg
5961090527f63662bbb936ff2713eb6c.jpg

Denpasar – Pemerintah tengah mematangkan regulasi untuk mewujudkan pusat keuangan internasional atau International Financial Center (IFC) di kawasan Kura Kura, Bali. Langkah strategis ini diharapkan dapat menarik arus modal global ke Indonesia dengan mengadopsi skema pengelolaan serupa Dubai International Financial Centre (DIFC).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, rencana pembangunan pusat keuangan di Bali tersebut kini dibahas secara intensif bersama Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Regulasi yang sedang disiapkan akan menjadi fondasi hukum bagi pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor keuangan tersebut.

“Kami sedang mematangkan regulasi sebagai landasan pembentukan KEK sektor keuangan. Nantinya, skema pengelolaan hingga fasilitas yang ditawarkan akan dibicarakan langsung dengan Danantara untuk menarik minat investor global,” ujar Airlangga saat meninjau KEK Kura Kura, Denpasar, Jumat (1/5/2026).

Airlangga menambahkan, di tengah dinamika geopolitik global, Bali dinilai memiliki daya tarik tinggi bagi modal internasional yang mengutamakan stabilitas serta kepastian hukum. Dalam kunjungan tersebut, Airlangga didampingi Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, serta COO BPI Danantara, Dony Oskaria.

Pihak pengelola, PT Bali Turtle Island Development (BTID), telah menyiapkan area Knowledge District sebagai lokasi utama pusat keuangan tersebut. Presiden Direktur PT BTID, Tuti Hadiputranto, menjelaskan bahwa kawasan ini dirancang untuk menciptakan ekosistem inovasi terintegrasi.

Area tersebut nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pusat transaksi keuangan, tetapi juga didukung oleh ekosistem pendidikan dan riset. Fasilitas yang tersedia mencakup sekolah bisnis, penghubung bisnis untuk Global Blended Finance Alliance (GBFA), hingga pusat kewirausahaan.

“Kami telah menyiapkan infrastruktur fisik, kelembagaan, dan kemitraan global untuk menjadikan Kura Kura Bali rumah bagi KEK sektor keuangan Indonesia,” ungkap Tuti.

Sebagai bagian dari pengembangan kawasan, proyek pusat perbelanjaan mewah hasil kolaborasi dengan investor Jepang, Mitsubishi Estate, ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026. Proyek ini menjadi salah satu pendorong utama dalam menarik investasi di KEK Kura Kura Bali.