Showbiz

Achmad Megantara Perankan Ustadz, Terinspirasi Tokoh Nyata dalami Karakter

117
×

Achmad Megantara Perankan Ustadz, Terinspirasi Tokoh Nyata dalami Karakter

Sebarkan artikel ini
d093f9a6bdb8f4d867f349de1b5aa917.jpg
d093f9a6bdb8f4d867f349de1b5aa917.jpg

Jakarta – Aktor Achmad Megantara menghadapi tantangan baru dalam membintangi film Air Mata Mualaf. Untuk pertama kalinya, ia dipercaya memerankan sosok ustad, sebuah peran yang menurutnya membutuhkan riset mendalam dan pemahaman karakter yang hati-hati, termasuk mempelajari dua tokoh agama yang ia hormati, Habib Umar dari Yaman dan Habib Jindan dari Indonesia.

Megantara mengaku awalnya tidak menyadari bahwa karakter yang akan dia perankan adalah seorang ustad. Ia hanya mengetahui nama tokohnya, Reza, tanpa gelar apa pun. Begitu membaca skenario, barulah ia memahami bahwa peran tersebut membawa tanggung jawab besar.

Menurut Megantara, isu agama masih sangat sensitif di Indonesia, sehingga membawakan peran ustad membutuhkan pendekatan yang menghormati banyak pihak. Ia berharap sosok Reza tidak hanya disenangi penonton perempuan, tetapi juga laki-laki hingga mereka yang berasal dari latar belakang agama berbeda. Tujuannya adalah menghadirkan figur ustad yang bijak, rendah hati, dan dapat diterima secara universal.

Alih-alih mengambil referensi dari film-film bertema keagamaan, Megantara memilih belajar dari sosok nyata. Ia menelusuri cara penyampaian dua figur yang ia kagumi, yaitu Habib Umar dari Yaman dan Habib Jindan dari Indonesia. Megantara menilai keduanya, yang berhubungan sebagai guru dan murid, memiliki gaya penyampaian yang sangat menenangkan, bijak, dan penuh kerendahan hati.

Megantara mengatakan bahwa meski tidak mungkin meniru persis, ia berusaha menangkap esensi kebijaksanaan mereka. Ia bahkan pernah bertemu keduanya, sehingga pengalaman itu kembali ia ingat saat membangun karakter Reza. Sosok-sosok ini membantu membentuk pemahaman tentang bagaimana seorang ustad bersikap, bukan hanya lewat pakaian atau penampilan, tetapi dari cara berbicara, gestur, dan keteduhannya.

Membentuk tokoh Reza membutuhkan proses yang panjang sejak menerima skenario. Intonasi, gestur, hingga raut wajah, ia bangun perlahan seperti mengerjakan PR jauh sebelum syuting dimulai.

Tantangan lain muncul setelah syuting berjalan. Ia mengaku bahwa karakter Reza kadang “terbawa” ke kehidupan sehari-hari, dan sebaliknya, sifat pribadinya justru muncul saat sedang memerankan Reza. Ia menyebutnya sering “keselip”.

Menurut Megantara, tantangan sebenarnya adalah menjaga keseimbangan antara dirinya sebagai pribadi, sebagai aktor, dan sebagai karakter. Jika satu sisi terlalu dominan, khususnya karakter, ia menilai hal itu bisa mengganggu kestabilan diri. Karena itu, ia selalu menyempatkan waktu untuk “masuk” dan “keluar” dari karakter secara sadar.

Dengan riset mendalam dan proses kreatif yang panjang ini, Megantara berharap peran ustad pertamanya dapat diterima luas dan memberikan nilai bagi penonton.

Film Air Mata Mualaf akan tayang di bioskop pada Kamis, 27 November 2025.