Berita

Guru, Mahasiswa Perkuat Edukasi Gizi Program Makan Bergizi Gratis

138
×

Guru, Mahasiswa Perkuat Edukasi Gizi Program Makan Bergizi Gratis

Sebarkan artikel ini
bgn-libatkan-guru-dan-mahasiswa-berikan-edukasi-gizi-di-sekolah-penerima-mbg
bgn libatkan guru dan mahasiswa berikan edukasi gizi di sekolah penerima mbg

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan diperkuat dengan pendidikan gizi di sekolah. Guru dan mahasiswa KKN akan dilibatkan dalam program ini.

Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman siswa tentang konsumsi makanan yang optimal dan berkelanjutan.

Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menyatakan guru akan berperan aktif dalam pembelajaran ilmu gizi.

“Saya kemarin sudah bertemu dengan Dirjen PAUD dan Dikdasmen. Saya meminta agar di sekolah-sekolah nanti ada jam pelajaran gizi,” kata Nanik, Ahad (11/1).

Menurut Nanik, pemahaman gizi yang baik akan mendorong kesadaran siswa terhadap pentingnya asupan seimbang.

Ia berharap siswa terbiasa mengonsumsi sayur, lauk, buah, dan susu sehingga sisa makanan dapat ditekan.

Kesadaran ini penting agar manfaat program MBG tidak berhenti pada distribusi makanan. Upaya ini sekaligus untuk membentuk perilaku makan sehat sejak dini.

Penjelasan tersebut disampaikan Nanik saat menguraikan Keputusan Presiden Nomor 28 Tahun 2025 tentang pembentukan Tim Koordinasi Pelaksanaan Program MBG.

Tim ini melibatkan 17 kementerian dan lembaga. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjadi ketua, dengan Nanik sebagai Ketua Pelaksana Harian.

“Jadi, berdasarkan Keppres 18 tahun 2025, BGN tidak lagi bekerja sendiri dalam mengelola program MBG,” ujarnya.

Dengan skema baru ini, guru akan dilibatkan langsung dan mendapat peran utama dalam penyampaian materi gizi di sekolah.

BGN juga menjajaki kolaborasi riset dengan perguruan tinggi. Nanik telah bertemu Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie untuk membahas kerja sama penelitian terkait pelaksanaan MBG.

Mahasiswa KKN juga akan dilibatkan sebagai penyuluh gizi di desa lokasi KKN.

Pelibatan guru dan mahasiswa dinilai menjadi kunci penguatan dampak program MBG secara berkelanjutan.