Life

Sekolah Terapkan Materi Pembelajaran Khusus bagi Korban Banjir Sumatra

188
×

Sekolah Terapkan Materi Pembelajaran Khusus bagi Korban Banjir Sumatra

Sebarkan artikel ini
d0248f50137c3101ab55ae15bf3a216b.jpg
d0248f50137c3101ab55ae15bf3a216b.jpg

Aceh – Kegiatan belajar mengajar di Aceh secara bertahap kembali aktif mulai 5 Januari 2026, pascabencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut pada Desember 2025.

SD Negeri 1 Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, menjadi salah satu sekolah yang memulai hari pertama semester genap Tahun Ajaran 2025/2026.

Pemerintah menerapkan kurikulum khusus yang berfokus pada penanggulangan dampak bencana.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, pada fase tanggap darurat (0-3 bulan), kurikulum akan menekankan literasi dasar, numerasi dasar, kesehatan dan keselamatan dini, dukungan psikososial, serta edukasi mitigasi bencana.

Pada fase pemulihan dini (3-12 bulan), kurikulum akan disesuaikan menjadi adaptif berbasis krisis, dengan integrasi mitigasi bencana ke dalam mata pelajaran yang relevan.

“Program pemulihan pembelajaran yang fleksibel, serta penerapan asesmen transisi,” imbuhnya.

Selanjutnya, pada fase pemulihan lanjutan (1-3 tahun), kurikulum akan diarahkan pada integrasi permanen pendidikan kebencanaan, penguatan kualitas pembelajaran, pengembangan pengetahuan inklusif berbasis ketahanan, serta penguatan sistem monitoring dan evaluasi pendidikan darurat.

BNPB bersama pemerintah daerah berkomitmen mendukung pemulihan sektor pendidikan agar kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung dengan aman, berkelanjutan, dan berkualitas.

Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat, 2.756 satuan pendidikan terdampak banjir dan longsor di Aceh.

Dari jumlah tersebut, 2.226 sekolah telah kembali beroperasi, meski sebagian masih dalam tahap pemulihan.