Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat menata ulang kawasan UMKM di Kalibata, Jakarta Selatan, usai insiden pengeroyokan yang menewaskan dua orang. Penataan ini bertujuan memulihkan aktivitas ekonomi warga.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan lahan yang digunakan pedagang adalah aset Pemprov DKI.
“Kami sedang mengorganisasikan dan mereorganisasi kawasan ini,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (13/12/2025).
Pramono menjelaskan, penataan ini bertujuan agar pelaku UMKM dapat kembali beraktivitas dengan aman dan tertib.
Pemprov DKI meminta para pelaku UMKM mempelajari skema penataan yang telah disusun.
“Kami sedang meminta kepada UMKM untuk mempelajari dan memahami rencana yang ada,” katanya.
Pemerintah berjanji penanganan kasus premanisme dan penataan UMKM akan dilakukan seimbang.
Pemprov DKI tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga memastikan keberlangsungan ekonomi warga.
Sebelumnya, kerusuhan di depan Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/12/2025) menewaskan dua orang penagih utang.
Peristiwa itu bermula dari laporan dugaan penganiayaan yang diterima Polsek Pancoran.






