FeedSport

Insiden Bendera Indonesia Tertukar Jadi Laos Warnai Situs SEA Games 2025

172
×

Insiden Bendera Indonesia Tertukar Jadi Laos Warnai Situs SEA Games 2025

Sebarkan artikel ini
d34d16490ad71a9b0171b16c45ff25aa.jpg
d34d16490ad71a9b0171b16c45ff25aa.jpg

Bangkok – Persiapan SEA Games ke-33 di Thailand terancam diwarnai kontroversi bahkan sebelum dimulai, menyusul temuan kesalahan fatal dalam pemasangan bendera Indonesia dan Thailand di situs resmi acara tersebut. Kekeliruan ini memicu gelombang kritik dari jurnalis dan penggemar olahraga, sekaligus menambah tekanan pada panitia penyelenggara.

Dalam jadwal pertandingan futsal putri yang terpampang di situs tersebut, bendera Indonesia secara mengejutkan ditampilkan sebagai bendera Laos. Tak hanya itu, bendera Vietnam justru dipasang untuk negara tuan rumah, Thailand, menambah daftar kekeliruan yang membingungkan banyak pihak.

Temuan ini pertama kali diberitakan oleh media Thailand pada Rabu (3/12/2025), dan segera menjadi sorotan tajam. Insiden ini disebut telah “membuat bingung jurnalis dan penggemar olahraga” serta menambah beban kerja panitia.

Kesalahan serupa bukanlah hal baru dalam sejarah partisipasi Indonesia di ajang olahraga terbesar Asia Tenggara ini. Insiden pemasangan bendera Merah Putih yang keliru telah berulang kali terjadi, mencoreng semangat sportivitas dan rasa hormat antarnegara.

Pada SEA Games 2017 di Malaysia, bendera Indonesia tercetak terbalik—putih merah—dalam buku panduan resmi. Kala itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia mengecam keras kelalaian tersebut, menyebutnya “sangat teledor dan ceroboh sekali” serta mencederai kemegahan acara yang disaksikan jutaan orang. Protes resmi pun dilayangkan, menuntut permintaan maaf langsung dari Pemerintah Malaysia.

Kejadian memalukan terulang pada SEA Games 2023 di Kamboja, ketika bendera Merah Putih kembali tampil terbalik dalam tayangan pra-show upacara pembukaan. Perwakilan tuan rumah akhirnya menyampaikan permintaan maaf, sementara Komite Olimpiade Nasional Indonesia (NOC Indonesia) secara resmi melayangkan keberatan tertulis kepada panitia penyelenggara Kamboja (CAMSOC) atas kekeliruan yang tidak dapat diterima.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Thailand terkait insiden di situs SEA Games 2025 ini. Sementara itu, situs resmi tersebut dilaporkan masih mengalami gangguan teknis dan hanya dapat diakses dengan lancar oleh pengguna lokal.

Pesta olahraga Asia Tenggara SEA Games 2025 dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 20 Desember, melibatkan 10.543 atlet, pelatih, dan tenaga ahli dari 11 negara Asia Tenggara.

ccc980af7f52e1e1e2b8b044562049ae.jpg
FeedSport

Ringkasan Berita: Pelatih timnas voli putri Korea Selatan Cha Sang-hyun memberikan usulan ekstrem yang bisa berdampak ke Megawati Hangestri di Liga Voli Korea Cha Sang-hyun menginginkan pembatasan jatah bermain pemain asing di Liga Voli Putri Korea 2026/2027 Cha Sang-hyun mengusulkan tim-tim Liga Voli Putri Korea dilarang memainkan pemain asingnya pada putaran 4 hingga 6 Fenesia – Megawati Hangestri Pertiwi akan terkena dampak atas usulan…