Berita

Curhat Diogo Ramalho Soal Kegagalan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia

8
×

Curhat Diogo Ramalho Soal Kegagalan Cristiano Ronaldo di Piala Dunia

Sebarkan artikel ini
531a7c42b2610f28018dbdfee26b614b.jpg.jpg
531a7c42b2610f28018dbdfee26b614b.jpg.jpg

Surabaya, Fenesia.com – Kedatangan gelandang asing baru Persebaya Surabaya, Diogo Sa Ramalho, membawa nuansa emosional yang mendalam di tengah proses adaptasinya dengan tim berjuluk Green Force tersebut.

Pemain asal Portugal itu secara terbuka mengungkapkan kesedihan mendalam atas tersingkirnya tim nasional Portugal dari ajang Piala Dunia 2026.

Kegagalan tersebut dirasakan sangat personal oleh Ramalho karena ia merupakan pengagum berat sosok Cristiano Ronaldo sejak masa kecilnya.

“Saya sangat sedih karena saya adalah penggemar Cristiano Ronaldo, dan mungkin ini adalah Piala Dunia turnamen terakhirnya,” ungkap Ramalho saat diperkenalkan dalam agenda Media Day di Surabaya, Rabu (8/7/2026).

Dia menyoroti bahwa kekalahan tipis 0-1 dari Spanyol pada Selasa (7/7/2026) menjadi momen yang sangat menyakitkan bagi seluruh pendukung tim berjuluk Selecao das Quinas.

Ramalho sempat berharap sang legenda sepak bola tersebut bisa menutup lembaran karier internasionalnya dengan trofi Piala Dunia yang selama ini belum pernah diraih.

Meski merasa terpukul dengan hasil akhir turnamen, dia tetap mengapresiasi perjuangan maksimal yang telah ditunjukkan oleh para pemain di lapangan.

“Saya menginginkan akhir yang berbeda untuknya, tapi saya tetap senang karena kami telah memberikan yang terbaik dan itulah yang paling penting,” ujarnya.

Di sisi lain, Cristiano Ronaldo sendiri tampak tidak kuasa menahan air mata sesaat setelah peluit panjang dibunyikan oleh wasit.

Momen emosional tersebut memicu spekulasi luas di kalangan media internasional mengenai masa depan sang kapten di kancah sepak bola dunia.

Dalam sebuah konferensi pers yang dikutip dari Sky Sports, Ronaldo mengakui bahwa dirinya merasa sangat terpukul dengan hasil minor tersebut.

“Saya sangat sedih mengakhiri Piala Dunia dengan cara seperti ini,” kata dia.

Menanggapi masa depannya, pemain berusia 41 tahun itu menyatakan belum akan mengambil keputusan secara terburu-buru dalam waktu dekat.

Ia memilih untuk menenangkan diri dan menghabiskan waktu bersama keluarga sebelum menentukan langkah karier selanjutnya.

“Saya sudah memberikan segalanya. Saya sudah melakukan yang terbaik. Ya, itu adalah Piala Dunia terakhir saya, tetapi sekarang saya akan punya waktu untuk merenung dan bersama keluarga. Saya tidak akan mengambil keputusan secara gegabah,” lanjutnya.

Ronaldo menegaskan bahwa ia tidak ingin membuat pernyataan krusial saat kondisi emosionalnya masih belum stabil pasca-kekalahan.

“Saya tidak akan memutuskan apa pun dalam situasi yang masih dipenuhi emosi. Saat ini bukan waktu yang tepat untuk menentukan apakah saya akan terus bermain atau tidak. Besok saya akan bangun seperti hari ini: dengan hati nurani yang tenang,” tambahnya.

Selama 23 tahun pengabdiannya, Ronaldo telah mencatatkan sejarah emas bagi negaranya dengan mempersembahkan tiga gelar prestisius.

“Saya telah bermain selama 23 tahun bersama tim nasional dan memenangkan tiga gelar,” tegasnya.

Dia menekankan bahwa keberhasilannya membawa Portugal menjuarai Piala Eropa 2016 tetap menjadi torehan yang sangat membanggakan.

“Sebelum Cristiano, Portugal belum pernah memenangkan apa pun. Gelar Piala Eropa adalah yang paling penting. Bagi saya, trofi Euro 2016 nilainya sama besarnya dengan Piala Dunia, sejujurnya,” tutup dia.

bf110d7fed808e3274a55a2ddda1dcab.jpg
Berita

Ringkasan Berita: Prancis dan Maroko kembali bertemu di Piala Dunia 2026 setelah duel bersejarah pada semifinal edisi 2022 yang dimenangkan Les Bleus dengan skor 2-0. Empat tahun lalu Maroko berstatus kuda hitam, tapi kini Singa Atlas datang sebagai juara Afrika dan kandidat kuat juara dunia. Pertemuan kali ini diprediksi berlangsung berbeda karena kedua tim telah berevolusi, dengan Prancis memiliki generasi baru yang membuat lini serang mereka…