Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, menyampaikan duka mendalam atas kasus perundungan yang menyebabkan seorang siswa SMPN 19 Tangerang Selatan meninggal dunia.
Arifatul berharap tragedi serupa tidak akan terulang lagi.
Hal itu disampaikan saat ia mengunjungi rumah duka korban MH, Selasa (18/11/2025).
“Kami datang untuk takziah, menyampaikan bela sungkawa dan duka cita mendalam atas wafatnya Ananda Hisyam,” ujar Arifatul.
Menteri PPPA juga menyatakan pihaknya telah memberikan pendampingan kepada keluarga korban sejak beberapa waktu lalu.
“Kami sudah berdialog dengan keluarga. Kami juga sudah melakukan pendampingan,” katanya.
Arifatul menekankan pentingnya kerja sama dari berbagai pihak, termasuk keluarga, masyarakat, dan sekolah, untuk mencegah terjadinya perundungan.
“Ini perlu kerja sama semua pihak, keluarga, masyarakat, sekolah ya, di tempat pendidikan, ini juga harus saling menguatkan agar tidak terjadi bullying lagi kepada siapapun,” lanjutnya.
MH, siswa kelas 7 SMPN 19 Ciater Serpong, menjadi korban perundungan oleh teman sekelasnya pada 20 Oktober 2025.
Peristiwa itu terjadi di ruang sekolah. Korban diduga dipukul dengan bangku besi di bagian kepala.
Setelah kejadian, MH mengeluhkan sakit. Keluarga kemudian mengetahui bahwa MH sering menerima perlakuan bullying, mulai dari dipukul hingga ditendang.
Korban sempat dirawat di rumah sakit swasta sebelum dirujuk ke RS Fatmawati. Namun, nyawa MH tidak tertolong setelah satu minggu dirawat.







