Berita

Ahmad Luthfi Dorong Optimalisasi Penanganan Korban Longsor Cilacap Secara Cepat

79
×

Ahmad Luthfi Dorong Optimalisasi Penanganan Korban Longsor Cilacap Secara Cepat

Sebarkan artikel ini
41f9b6bdd8cdd7d6bb4b248091cd8ada.jpg
41f9b6bdd8cdd7d6bb4b248091cd8ada.jpg

Cilacap – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, pada Ahad, 16 November 2025. Dalam kunjungannya, Luthfi menginstruksikan percepatan penanganan bencana dengan mengerahkan alat berat serta mengoptimalkan seluruh personel pencarian dan pertolongan (SAR).

Gubernur Luthfi juga sempat menggelar rapat evaluasi di lokasi kejadian. Rapat tersebut melibatkan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Bergas Catursasi Penanggungan, Deputi Bidang Penanganan Darurat Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Budi Irawan, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman, organisasi perangkat daerah (OPD), serta tim SAR gabungan dari TNI/Polri dan sukarelawan.

“Hari ini kita lakukan rapat evaluasi ketiga, hampir 920 relawan bergabung melakukan pencarian, khususnya terhadap korban yang masih tertimbun,” kata Luthfi.

Ia menjelaskan, percepatan penanganan dilakukan melalui pembagian empat klaster. Klaster SAR dikomandoi Basarnas, sementara klaster sarana prasarana dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (PUBMCK) Jateng bersama Kementerian Pekerjaan Umum.

Selanjutnya, klaster logistik dan pengungsian diampu oleh Kementerian Sosial serta Dinas Sosial Provinsi Jateng dan Kabupaten Cilacap. Klaster kesehatan ditangani oleh Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Jateng serta Kabupaten Cilacap.

“Ini agar layanan dasar masyarakat dan korban terpenuhi,” ujar Gubernur.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Jateng Bergas Catursasi Penanggungan memastikan operasi SAR pada hari keempat tetap berlanjut. Perkembangan temuan korban menunggu data resmi yang dirilis Basarnas.

Selain pencarian, pemerintah juga menyiapkan langkah pemulihan bagi keluarga terdampak dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi. Dua lokasi pengungsian telah disiapkan, yakni di madrasah tsanawiyah (MTs) dan Balai Desa Cibeunying.

“Semalam mencapai 100 orang di MTs dan 60 orang di Balai Desa. Saat cuaca tidak baik, masyarakat diarahkan bergeser ke tempat aman,” jelas Bergas.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Luthfi turut berdialog dengan para penyintas dan menyerahkan berbagai bantuan. Bantuan yang diberikan antara lain dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Provinsi Jateng senilai Rp400 juta untuk penanganan 12 rumah roboh/musnah dan 16 rumah rusak berat.

Donasi Korpri Jateng sebesar Rp34 juta juga diserahkan untuk 17 keluarga, ditambah tiga ton beras dari BKK Korwil Banyumas, dua ton beras dari Dinas Ketahanan Pangan Jateng, 180 paket sembako dari Biro Umum Sekretariat Daerah Jateng, serta santunan dari Baznas Jateng.

Bencana tanah longsor terjadi pada Kamis, 13 November, sekitar pukul 19.00 WIB. Kejadian tersebut menimbun sejumlah rumah warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap.

Berdasarkan pendataan sementara usai kejadian, total korban mencapai 46 orang, terdiri atas 23 selamat, dua meninggal dunia, dan 21 orang dilaporkan hilang. Hingga hari keempat operasi pencarian pada Ahad pukul 13.00 WIB, masih terdapat 11 korban yang dalam pencarian.

Longsor tersebut merusak 12 rumah dan mengancam 16 rumah lainnya di area seluas sekitar 6,5 hektare. Material longsor menimbun permukiman dan menyebabkan penurunan tanah sedalam 2 meter serta retakan sepanjang 25 meter.

4fb76b8b4aa755bc7bbd323df2792608.jpg
Berita

Fenesia-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan rebound atau kembali menguat hingga menyentuh level 8.000 seiring membaiknya fundamental ekonomi nasional dan kinerja perusahaan. Hal itu disampaikan Purbaya menanggapi pergerakan IHSG yang kembali naik setelah sempat berada di kisaran 5.900, Purbaya menilai pergerakan pasar saham pada akhirnya akan ditopang oleh fundamental perusahaan…