Labuan Bajo – Sembilan puluh lima warga di sekitar Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, kembali dapat melihat dunia dengan jelas usai menjalani operasi katarak gratis.
Bakti sosial yang menyasar warga pesisir dan pulau-pulau terpencil ini merupakan hasil kolaborasi Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) dan RSU Siloam Labuan Bajo.
Direktur RSU Siloam Labuan Bajo, dr. Theresia Nina Noviriana, menyatakan program ini sebagai wujud kepedulian lintas lembaga untuk mengatasi tingginya kasus katarak di wilayah timur Indonesia.
“Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin,” ujarnya, Sabtu (15/11/2025).
Sebelumnya, tim medis telah melakukan skrining mata di Pulau Komodo, Pulau Papagarang, dan Pulau Rinca.
Dari hasil skrining, 33 pasien dari pulau-pulau tersebut kemudian menjalani operasi di RSU Siloam Labuan Bajo bersama 62 pasien dari daratan.
Padar Heritage Conservation (PHC) turut memberikan dukungan dengan menyediakan transportasi bagi pasien.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan dari desa-desa di pulau Komodo, Papagarang, Rinca,” kata perwakilan PHC, Dian Sagita.
Damianus, seorang pasien dari Kuwus Barat, mengaku sangat terbantu dengan adanya operasi gratis ini.
“Selama ini saya tidak membayangkan bisa mendapat pelayanan operasi gratis di Siloam,” ungkapnya.
Selain Perdami dan RSU Siloam, kegiatan ini juga melibatkan berbagai pihak, termasuk NDC, Brimob, TNI AD, KSOP, dan Disnakertrans.







