Berita

Terduga Pelaku Bom SMAN 72 Sempat Bertanya Soal Acara Bulan Bahasa

80
×

Terduga Pelaku Bom SMAN 72 Sempat Bertanya Soal Acara Bulan Bahasa

Sebarkan artikel ini
3246225951d1736c0e9537c3ed35120a.jpg
3246225951d1736c0e9537c3ed35120a.jpg

Jakarta – Sebuah ledakan ganda mengguncang SMAN 72 Jakarta saat pelaksanaan salat Jumat, 7 November 2025. Insiden tersebut menyebabkan sedikitnya 36 orang terluka, termasuk terduga pelaku yang diketahui merupakan seorang pelajar dari sekolah tersebut. Seorang siswa, Kinan (bukan nama sebenarnya), mengungkapkan bahwa terduga pelaku sempat menanyakan perihal kegiatan puncak bulan bahasa di sekolah beberapa waktu sebelum kejadian.

Kinan, yang mengaku mengenal terduga pelaku sejak kecil, sempat berinteraksi dua kali dengannya. “Aku ditanyain, pernah waktu habis dari toilet sekolah, tiba-tiba saja dia menanyakan, kapan puncak bulbas (bulan bahasa),” ujar Kinan saat ditemui di RS Islam Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Beberapa hari setelahnya, Kinan kembali ditanya mengenai acara puncak bulan bahasa tersebut. “Aku ditanyakan itu, karena kebetulan aku akan jadi MC di acara tersebut,” tambahnya. Kinan menduga pertanyaan itu terkait dengan insiden ledakan yang terjadi. Puncak bulan bahasa sendiri rencananya akan diselenggarakan pada 10 November 2025.

Menurut Kinan, terduga pelaku dikenal sebagai sosok yang pendiam dan jarang berinteraksi dengan siswa lain di sekolah. Ia menyebut, “Kalau ketemu pun paling hanya menyapa saja. Jarang ada interaksi.” Kinan juga merasa tidak lagi dekat dengan terduga pelaku karena perbedaan jenjang kelas; terduga pelaku merupakan siswa kelas XII sementara Kinan kelas XI.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo membenarkan bahwa terduga pelaku ledakan adalah seorang pelajar dari lingkungan sekolah yang sama. “Informasi sementara masih dari lingkungan sekolah tersebut. Iya (pelajar),” kata Listyo di Istana Merdeka, Jumat, 7 November 2025.

Saat ini, terduga pelaku sudah dalam penahanan Polri. Petugas sedang mendalami identitas, lingkungan, dan tempat tinggal pelaku. Untuk motif penyerangan, Polri masih melakukan penyelidikan dan belum dapat memastikan motif sebenarnya.

Listyo juga mengungkapkan bahwa anak buahnya menemukan sebuah senjata mainan dengan tulisan tertentu di lokasi kejadian. Polri akan menyelidiki lebih lanjut apakah tulisan pada senjata mainan itu memiliki kaitan dengan motif pelaku. “Kami mendalami motif bagaimana yang bersangkutan kemudian merakit dan kemudian melaksanakan aksinya, semuanya akan kita jelaskan setelah semua informasi-informasi, temuan-temuan di lapangan, hasil penyelidikan, dan penyidikan lebih lanjut lengkap,” pungkasnya.