Technology

Amazon Gandeng Pelajar SMA Pecahkan Rekor Dunia AI Generatif

82
×

Amazon Gandeng Pelajar SMA Pecahkan Rekor Dunia AI Generatif

Sebarkan artikel ini
9bfb4d825843ca237fa457bb8b666289.jpg
9bfb4d825843ca237fa457bb8b666289.jpg

Jawa Barat – Amazon, bersama lebih dari 2.600 guru dan siswa dari 21 Sekolah Menengah Atas di Jawa Barat, mencetak sejarah dengan memecahkan rekor dunia Guinness. Mereka berhasil meraih gelar “Most Applications Made in An On-site Generative AI (Gen AI) Event” setelah menghasilkan lebih dari 10.821 aplikasi Gen AI unik. Pencapaian luar biasa ini berlangsung pada 13 Oktober 2025 dan diumumkan dalam keterangan pers yang diterima pada 17 Oktober 2025.

“Prestasi Guinness World Record ini adalah hasil pencapaian luar biasa oleh lebih dari 2.600 siswa dan guru yang menunjukkan apa yang dapat diraih ketika kita sebagai satu komunitas berpikir besar (Think Big), mengadopsi budaya Day 1, dan memanfaatkan teknologi Cloud serta Gen AI secara bersama-sama,” ujar Jaime Vallés, Vice President and General Manager, Asia Pacific & Japan, AWS. Ia menegaskan, masa depan inovasi dan pertumbuhan di wilayah Asia Pasifik dan Jepang (APJ) bergantung pada upaya demokratisasi akses terhadap teknologi transformatif seperti generative AI.

Dalam upaya pemecahan rekor tersebut, para siswa SMA membawa konsep ide aplikasi Gen AI yang telah mereka kembangkan, seperti prompts dan widgets. Ide-ide tersebut kemudian diwujudkan menjadi aplikasi fungsional oleh para guru dan relawan menggunakan PartyRock, sebuah platform dari Amazon Bedrock. Proses ini berlangsung di sekolah-sekolah serta di Amazon Think Big Space di SMK Negeri 1 Karawang.

Amazon berkolaborasi dengan Prestasi Junior Indonesia, AIkademi Foundation, dan Yayasan Sagasitas Indonesia untuk membimbing siswa dan guru mendalami potensi kreatif AI dan penggunaannya secara bertanggung jawab. Aplikasi yang dikembangkan mencakup beragam bidang, seperti asisten manajemen proyek dan pemantau jejak karbon personal.

Verifikasi rekor dilakukan sesuai standar ketat Guinness World Records, memastikan setiap aplikasi berfungsi, unik, dan disahkan oleh juri. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono, mengapresiasi pencapaian ini. “Dengan mengembangkan ribuan aplikasi AI hanya dalam satu hari, para inovator muda ini telah menunjukkan bahwa Indonesia siap menyambut masa depan digital,” kata Agus. Ia juga menambahkan bahwa rekor ini membuktikan Indonesia akan berkembang menjadi kekuatan besar di bidang teknologi.

Juri Guinness World Records, Aynee Toorabally, turut memberikan selamat atas keberhasilan ini. Ia menyebut, pencapaian tersebut membuktikan komitmen kuat Amazon dalam memberdayakan talenta muda Indonesia melalui teknologi dan pelatihan yang menyiapkan mereka untuk masa depan.

Amazon sendiri telah memberikan pelatihan komputasi cloud kepada lebih dari 1 juta masyarakat Indonesia sejak tahun 2017 dan kini memperluas fokusnya ke edukasi AI. Inisiatif ini bertujuan memperkenalkan kemampuan praktis AI, membuka peluang karier di bidang teknologi, sekaligus mendukung tujuan transformasi digital Indonesia.

Diah Gustanti, Kepala Sekolah SMKN 1 Karawang, menyatakan kebanggaannya menjadi bagian dari rekor dunia ini. “Ini adalah sebuah tonggak sejarah, dan kami akan terus membekali generasi masa depan dengan kemampuan dan peralatan yang tepat agar dapat mereka memanfaatkan teknologi secara optimal,” ujarnya. Kerja sama dengan Amazon dinilai mampu memperkenalkan teknologi seperti generative AI kepada siswa dalam lingkungan belajar yang aman dan mendukung.