Fenesia – Sejumlah wilayah di Indonesia dilanda cuaca panas ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, suhu udara terpanas mencapai 36,6 derajat Celcius di Nusa Tenggara Timur (NTT) per Senin (13/10/2025).
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, memperkirakan fenomena cuaca panas ini akan berlanjut hingga awal tahun depan. Menurutnya, cuaca panas diperkirakan berakhir pada akhir 2025 hingga awal 2026, bergantung pada stabilitas atmosfer dan masuknya angin baratan.
Guswanto menjelaskan, penyebab utama cuaca panas ini adalah pergeseran posisi Matahari ke selatan Indonesia. Kondisi ini mengakibatkan minimnya pertumbuhan awan hujan, terutama di wilayah selatan. Akibatnya, sinar Matahari tidak tertutup awan sehingga terasa langsung dan menyebabkan suhu udara meningkat tajam di beberapa daerah.
Di sisi lain, BMKG juga mencatat bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki musim hujan pada November 2025. Guswanto menjelaskan, Indonesia sebenarnya sudah mulai memasuki musim hujan sejak Agustus 2025, namun karena cakupan wilayah yang luas, periode musim hujan tidak terjadi secara serentak. Diprediksi, puncak musim hujan akan berlangsung serentak pada Desember, Januari, dan Februari.
Menyikapi potensi cuaca panas yang berlanjut, Ketua Tim Kerja Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Ida Pramuwardani, mengimbau masyarakat Indonesia untuk menjaga daya tahan tubuh. Perubahan suhu yang kontras antara siang dan malam hari perlu diwaspadai.
BMKG mengeluarkan sejumlah imbauan penting bagi masyarakat:
- Menjaga kondisi kesehatan tubuh, khususnya bagi anak-anak, lansia, dan individu dengan daya tahan tubuh rendah.
- Mencukupi kebutuhan cairan dengan memperbanyak konsumsi air putih guna mencegah dehidrasi.
- Menghindari paparan langsung sinar matahari terlalu lama, terutama pada siang hari saat radiasi matahari paling kuat.
- Menggunakan pelindung diri seperti topi, payung, atau tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan.
- Tetap waspada terhadap potensi hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang pada sore hingga malam hari selama masa peralihan musim ini.
Untuk informasi dan peringatan cuaca yang akurat dan terkini, masyarakat dapat mengakses situs resmi BMKG (www.bmkg.go.id) atau mengunduh aplikasi Info BMKG yang tersedia di Play Store dan App Store.







