KulineRUN

TNI AD Kirim Tim ke Singapura, Pelajari Tata Kelola Makanan Bergizi

270
×

TNI AD Kirim Tim ke Singapura, Pelajari Tata Kelola Makanan Bergizi

Sebarkan artikel ini
19cf416870e8be25fdc2c7f33b9a14a1.jpg
19cf416870e8be25fdc2c7f33b9a14a1.jpg

Jakarta – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) mengirim 26 personelnya ke Singapura untuk mengikuti pelatihan manajemen makanan institusional. Langkah ini merupakan bagian dari upaya TNI AD memperkuat program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus meningkatkan sistem penyediaan makanan yang aman, efisien, dan berkelanjutan.

Rombongan tersebut bertolak dari Bandara Internasional Soekarno–Hatta, Jakarta, pada Sabtu, 11 Oktober 2025. Pelatihan bertajuk “Institutional Food Management Training” ini akan berlangsung pada 13 hingga 18 Oktober 2025 di Army Combat Service Support Command (CSSCOM) Singapura.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat, Brigadir Jenderal Wahyu Yudhayana, menyatakan bahwa pelatihan ini adalah langkah konkret TNI AD dalam mendukung sistem penyediaan makanan bergizi. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan tertulis pada Minggu, 12 Oktober 2025.

Delegasi yang diberangkatkan terdiri dari 26 prajurit TNI AD, empat anggota Persit Kartika Chandra Kirana, tiga pendamping militer, dan satu peninjau.

Program pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak dengan Kasad Singapura pada Juli 2025. Pertemuan tersebut membuka peluang kerja sama strategis di bidang ketahanan pangan.

Kerja sama ini diformalkan melalui surat penawaran pelatihan dari Army Attache Republic of Singapore pada 6 Agustus 2025.

Selama pelatihan, para peserta akan mendalami pengelolaan makanan bergizi berstandar internasional. Materi yang diajarkan mencakup perencanaan menu, pengelolaan dapur, keamanan pangan, hingga distribusi makanan.

Pelatihan ini mencakup empat pilar utama: food preparation, food safety, food nutrition, dan food technology. Para peserta juga akan melakukan kunjungan industri ke SATS Catering Centre dan SATS Innovation Hub untuk mempelajari teknologi serta inovasi terkini dalam penyajian makanan bergizi.

Wahyu menjelaskan, setelah kembali ke tanah air, seluruh peserta diharapkan menjadi kader yang akan menularkan pengetahuan ke satuan masing-masing. Dengan demikian, manfaat pelatihan ini dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.

Pelatihan ini juga menjadi komitmen TNI AD dalam mendukung kesejahteraan prajurit dan keluarganya melalui penyediaan makanan bergizi. Selain itu, langkah ini turut memperkuat dukungan TNI terhadap agenda pemerintah dalam membangun generasi Indonesia yang sehat dan produktif.

Usai pelatihan, seluruh peserta wajib mempresentasikan hasil pembelajaran, menyusun panduan teknis, dan menerapkan sistem manajemen makanan institusional di lingkungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) TNI AD. Program ini diharapkan menjadi pondasi penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan TNI AD dan nasional.

Sebelumnya, Panglima Jenderal Agus Subiyanto meresmikan 339 SPPG TNI yang dipusatkan di Lanud Adi Soemarmo, Karanganyar, Jawa Tengah, pada Jumat, 26 September 2025. Dengan peresmian ini, jumlah total SPPG yang dikelola TNI mencapai 452 unit yang tersebar di seluruh Indonesia.

Agus menyatakan, keterlibatan TNI dalam program makan bergizi gratis (MBG) merupakan bentuk pengabdian untuk membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. “Pelibatan TNI dalam program MBG merupakan wujud tanggung jawab moral dan pengabdian TNI kepada rakyat. TNI selalu hadir dalam membantu kesulitan rakyat, salah satunya pemenuhan gizi bagi anak sekolah,” kata Agus pada Sabtu, 27 September 2025.

bbc4f18b83e39aa7940e1e95a4e73877.jpg
KulineRUN

Belakangan ini, daging grass-fed semakin sering dibicarakan karena dianggap lebih sehat dan alami dibanding daging biasa. Di media sosial, istilah ini bahkan kerap dikaitkan dengan pola makan sehat hingga gaya hidup premium untuk hewan ternak. Namun, tidak sedikit orang yang masih bertanya-tanya, apakah daging grass-fed memang benar lebih bergizi a…