KulineRUN

Victoria Beckham Ungkap Perjuangan Melawan Gangguan Makan: Dampak dan Pemulihan

154
×

Victoria Beckham Ungkap Perjuangan Melawan Gangguan Makan: Dampak dan Pemulihan

Sebarkan artikel ini
b356d66363fb544f2ab03695d82df2d8.jpg
b356d66363fb544f2ab03695d82df2d8.jpg

London – Ikon mode Victoria Beckham mengungkapkan perjuangan pahitnya melawan gangguan makan yang disembunyikan bertahun-tahun, bahkan dari suami dan orang tuanya. Pengakuan ini ia sampaikan dalam serial dokumenter terbarunya di Netflix, yang dirilis pada Rabu, 8 Oktober 2025.

Perempuan berusia 51 tahun ini menceritakan bagaimana ia mulai meragukan dan tidak menyukai dirinya sendiri setelah pengalaman traumatis. Ia ditimbang di televisi publik, enam bulan setelah melahirkan putranya, Brooklyn, dan mendapati berat badannya dikomentari banyak orang. “Saya tidak tahu apa yang saya lihat ketika bercermin. Saya kehilangan semua rasa realitas,” kata Victoria Beckham.

Selama beberapa dekade berkarier, Victoria kerap menjadi sorotan karena kontrol ketatnya terhadap makanan, berat badan, dan citra diri. Namun, di balik itu, ia menghadapi konflik internal, kritik diri, dan terpaksa menyembunyikan fakta pahit tersebut. Orang tuanya mengungkapkan bahwa masalah berat badannya berawal di sekolah teater saat ia disebut gemuk dan dipinggirkan. Kala itu, Victoria bahkan sempat menghubungi orang tuanya untuk minta pulang.

Tekanan untuk menurunkan berat badan juga terus berlanjut di era Spice Girls, di mana ia sering diinstruksikan oleh manajemennya. Akibatnya, ia pernah makan sereal secara berlebihan hingga jatuh sakit.

Dalam episode bertajuk “Kill The Wag”, Victoria mengisahkan hilangnya identitas dirinya saat berupaya menemukan jati diri sebagai perancang busana, beriringan dengan karier sepak bola suaminya, David, yang sedang naik daun. Ia menggambarkan era “Wag” sebagai masa-masa mencari perhatian dengan operasi payudara, ekstensi rambut, tanning palsu, dan pakaian minim.

Victoria juga mengakui pola makannya yang sangat disiplin, yakni mengonsumsi ikan panggang dan sayuran kukus setiap hari dengan sedikit saus atau produk susu. Meskipun ia menyebutnya disiplin, para ahli nutrisi memperingatkan bahwa pola makan semacam itu dapat mengindikasikan gangguan makan, risiko kekurangan nutrisi, serta mencerminkan masalah kesehatan mental yang lebih mendalam.

Sebelumnya, Victoria pernah mengisyaratkan perjuangannya dalam memoarnya tahun 2001, Learning to Fly, mengenai tekanan untuk menurunkan berat badan di masa Spice Girls. Namun, serial dokumenter terbaru ini merupakan deskripsi paling terbuka hingga saat ini tentang dampak gangguan makan terhadap kesehatan mental dan fisiknya.

Meski tidak merinci jenis gangguan makan yang dideritanya, deskripsinya tentang obsesi berat badan, kerahasiaan, penyangkalan, kontrol, dan citra tubuh sangat selaras dengan pola klinis yang terlihat pada gangguan makan. Kondisi ini, menurut para ahli kesehatan, adalah masalah serius yang memengaruhi fisik dan mental seseorang.

Gangguan makan mencakup cara seseorang berpikir tentang makanan, pola makan, berat badan, bentuk tubuh, serta perilaku makan. Gejala-gejala ini dapat berdampak signifikan pada kesehatan, emosi, dan kemampuan seseorang untuk berfungsi dalam aspek-aspek penting kehidupan. Kondisi ini juga dapat membahayakan jantung, sistem pencernaan, tulang, gigi, dan mulut, serta memicu penyakit lain. Gangguan makan juga sering dikaitkan dengan depresi, kecemasan, tindakan menyakiti diri sendiri, serta pikiran dan perilaku bunuh diri. Jika tidak ditangani secara efektif, gangguan makan bisa menjadi masalah jangka panjang dan bahkan berujung fatal.

bbc4f18b83e39aa7940e1e95a4e73877.jpg
KulineRUN

Belakangan ini, daging grass-fed semakin sering dibicarakan karena dianggap lebih sehat dan alami dibanding daging biasa. Di media sosial, istilah ini bahkan kerap dikaitkan dengan pola makan sehat hingga gaya hidup premium untuk hewan ternak. Namun, tidak sedikit orang yang masih bertanya-tanya, apakah daging grass-fed memang benar lebih bergizi a…