Berita

Pramono Anung Resmikan Halte Transjakarta Senen yang Rampung Direkonstruksi Besok

99
×

Pramono Anung Resmikan Halte Transjakarta Senen yang Rampung Direkonstruksi Besok

Sebarkan artikel ini
bece1e7eb1c95998a8fae5aae88ab28f.jpg
bece1e7eb1c95998a8fae5aae88ab28f.jpg

Jakarta – Halte TransJakarta di kawasan Senen, Jakarta Pusat, yang mengalami kerusakan parah akibat demonstrasi beberapa waktu lalu, akan diresmikan pada Senin, 8 September 2025. Gubernur Jakarta Pramono Anung dijadwalkan meresmikan kembali fasilitas publik yang sebelumnya hanya menyisakan tiang-tiang penyangga tersebut.

“Alhamdulillah, sampai hari ini semua moda transportasi, terutama TransJakarta dan MRT sudah berjalan normal. Beberapa yang mengalami kerusakan, salah satunya yang ada di Senen, Insya Allah, besok saya akan resmikan,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Ahad, 7 September 2025.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memulai perbaikan dan pembersihan dua halte TransJakarta di Senen, yakni Halte Senen Sentral dan Halte Senen Toyota Rangga, sejak Selasa, 2 September. Menurut Pramono, perbaikan fasilitas umum seperti halte, jembatan penyeberangan orang (JPO), dan sarana pendukung lainnya sudah dilakukan secara bertahap pascademonstrasi.

Halte Senen menjadi salah satu lokasi dengan tingkat kerusakan terparah, sehingga membutuhkan waktu dan perhatian khusus dalam proses perbaikannya. Meski demikian, Pramono menegaskan perusakan fasilitas umum saat unjuk rasa tidak boleh terulang kembali. Ia pun berencana membuat monumen sebagai pengingat agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang.

“Saya ingin apa yang terjadi, kerusakan (fasilitas umum) itu tidak terulang kembali. Maka ada satu tempat yang nanti menjadi pengingat atau monumen agar kejadian seperti itu tidak terulang kembali,” ujar Pramono, tanpa merinci waktu pembuatan dan lokasi monumen tersebut.

Di sisi lain, Pramono mengapresiasi pihak-pihak yang bekerja cepat dalam memperbaiki fasilitas umum, sehingga transportasi publik dapat kembali normal. Ia berharap masyarakat ikut menjaga sarana transportasi tersebut demi mendukung kelancaran aktivitas di ibu kota.

Sebelumnya, sejumlah fasilitas umum di Jakarta mengalami kerusakan parah pascademonstrasi pada akhir Agustus 2025. Sembilan halte TransJakarta dirusak dan tujuh di antaranya terbakar. Selain itu, sejumlah lampu lalu lintas, pintu masuk MRT Istora, serta kamera pengawas (CCTV) juga ikut menjadi sasaran perusakan.

Pemerintah Provinsi Jakarta memperkirakan nilai kerugian akibat kerusakan fasilitas umum itu menembus angka Rp50 miliar. Rinciannya sekitar Rp41,6 miliar untuk perbaikan halte TransJakarta, Rp3,3 miliar untuk perbaikan halte MRT, serta lebih dari Rp5 miliar untuk fasilitas pendukung lainnya.