Berita

Jenazah Staf KBRI Lima, Zetro Purba, Tiba di Jakarta Pekan Depan

70
×

Jenazah Staf KBRI Lima, Zetro Purba, Tiba di Jakarta Pekan Depan

Sebarkan artikel ini
e3afb9c6be2a7b6a4529419adb753622.jpg
e3afb9c6be2a7b6a4529419adb753622.jpg

Jakarta – Jenazah Zetro Leonardo Purba, staf Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Lima yang tewas ditembak orang tak dikenal di Peru, dijadwalkan tiba di Jakarta pada Selasa (9/9/2025). Zetro meninggal dunia pada Senin (1/9) malam waktu Peru, saat sedang bersepeda bersama istrinya.

Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (WNI) Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, menyampaikan bahwa jenazah Zetro telah melalui serangkaian otopsi untuk keperluan penyelidikan kepolisian Peru. Proses evakuasi jenazah berlangsung selama empat hari, dimulai sejak 2 September 2025.

Penyelidikan atas insiden penembakan ini masih terus berlanjut. Pemerintah Peru memastikan akan segera memberikan informasi konkret terkait peristiwa yang menimpa staf KBRI tersebut.

Zetro diduga menjadi korban perampasan setelah mengambil uang dari ATM. Korban kemungkinan diikuti, dan sesampainya di apartemen, terjadi upaya perampasan uang. Diketahui, terdengar tiga kali tembakan mengenai Zetro.

Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa Zetro tidak tertolong. Duta Besar RI untuk Lima, Peru, juga terlibat langsung dalam penanganan almarhum di rumah sakit. Kasus ini telah ditangani oleh kepolisian setempat.

Kepolisian Peru menduga bahwa pelaku pembunuhan Zetro di dekat apartemennya di Lima kemungkinan besar adalah pembunuh bayaran. Dugaan ini muncul dari perkembangan penyelidikan terbaru.

Media lokal Peru melaporkan, penyelidikan polisi mengarah pada kemungkinan keterlibatan seseorang dengan nama panggilan ‘El Chino’ dalam kematian Zetro. Namun, belum ada informasi tambahan lebih lanjut terkait detail insiden ini.

Menyikapi insiden tragis ini, Presiden Peru Dina Boluarte telah menyampaikan permintaan maaf kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Permintaan maaf tersebut disampaikan langsung melalui sambungan telepon.

Boluarte meyakinkan Prabowo bahwa pemerintah Peru akan mengerahkan segala bantuan dalam proses investigasi. Pihaknya berkomitmen untuk segera mengidentifikasi dalang serta pelaku di balik pembunuhan staf KBRI tersebut.