Jakarta – Pendiri Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jeffrie Geovanie, mengungkap upaya partai mendekati Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan keluarganya. Jeffrie mengaku pernah meminta Grace Natalie untuk merayu Jokowi agar bergabung dengan PSI.
Pengakuan ini disampaikan menjelang Pemilu Serentak 2024.
Jeffrie menjelaskan, langkah itu diambil karena hasil survei Februari 2023 menunjukkan elektabilitas PSI hanya 0,2-0,5 persen. Padahal, pada Pemilu 2019, PSI meraih 1,89 persen suara.
“Saya bilang ke Grace, kalau perlu nangis sekencang-kencangnya saat ketemu Pak Jokowi,” ujar Jeffrie saat pembukaan Kongres PSI di Solo. Ia menambahkan, PSI didirikan karena kecintaan pada Jokowi.
Selain Grace Natalie, Raja Juli Antoni juga ditugaskan mendekati Jokowi dan keluarga. Antoni bahkan sempat menghubungi Kaesang Pangarep melalui WhatsApp pada Maret 2023, namun tidak mendapat respons.
Jeffrie bahkan menegaskan PSI akan bubar jika gagal meyakinkan Jokowi atau keluarganya untuk bergabung.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan bergabungnya Kaesang Pangarep ke PSI pada 20 September 2023. Tiga hari kemudian, Kaesang langsung menjabat sebagai ketua umum, menggantikan Giring Ganesha.
Setelah Kaesang bergabung, suara PSI naik menjadi 2,8 persen, namun tetap gagal menembus ambang batas parlemen.
Dalam Kongres PSI tahun ini, Kaesang kembali terpilih menjadi Ketua Umum PSI periode 2025-2030 dengan meraih 65,28 persen suara dari 157.579 anggota yang menggunakan hak pilihnya.
Ronald Aristone Sinaga alias Bro Ron menempati posisi kedua dengan 22,23 persen suara, disusul Agus Mulyono Herlambang di posisi ketiga dengan 12,49 persen suara.







