Fenesia – Kuliah adalah proses pembelajaran tingkat lanjut di bidang formal yang di tempuh setelah Sekolah Menengah Atas
“Kuliah ngapain sih, nagbis-ngabisin duit” “Sarjana kok jadi ibu rumah tangga sih?!”.
Hello girls! Pernah ga sih kamu dengar pernyataan itu? Pasti sering banget kan yaa.
Sebenarnya jika dikaji secara ilmu agama, memang benar adanya fitrah seorang perempuan adalah dirumah, mengurus rumah tangga.
Dalam surah al-Ahzab ayat 33 Allah berfirman, “Dan hendaklah kamu tetap tinggal di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu. Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul- Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”
Namun, bukan berarti kita beranggapan bahwa kuliah itu ‘tidak penting’ terlepas dari tujuan kuliah adalah untuk mempermudah mencari lapangan pekerjaan atau hanya sekedar menutut ilmu. Pernyataan di atas tetap menjadi hal yang paling sering di debatkan.
Satu hal yang harus dipahami, kuliah bukan hanya tentang ilmu di kelas yang diberikan oleh dosen saja. ‘terbentur-terbentur-terbentuk’ begitu kira-kira. Dengan berkuliah otak bukan hanya di asah berdasarkan mata kuliah saja, namun kuliah adalah tentang pengembangannya, bagaimana melatih kesabaran, melatih bekerja sama, bukan kah nanti jikapun kita sebagai perempuan pada akhirnya menjadi ibu rumah tangga akan tetap bangga memiliki gelar sarjana?
Dan juga, ilmu yang di dapat dari perkuliahan bisa diterapkan dalam rumah tangga kok, ngurus anak misalnya. Ini yang mungkin belum diketahui banyak orang, jadi ibu rumah tangga bukan pekerjaan yang mudah. Sekian banyak perempuan mengalahkan egonya untuk tidak bekerja, hanya untuk mendidik anaknya. Mereka mempunyai pemikiran bahwa anaknya harus mendapat ilmu yang baik dari ibunya sendiri. Pemikiran seperti ini yang jarang masyarakat awam ketahui.
Last, but not least. Jikapun kuliah di bilang ‘hanya menghabiskan uang orangtua’ bukankah pendidikan memang mahal? Bukankah untuk mendapatkan sesuatu memang harus ada harga yang harus dibayarkan?
Setiap orang pasti punya pendapat masing-masing, tapi bukan berarti kita dengan bebas mencaci orang yang tidak sependapat dengan kita yaa! yuk sama-sama open minded!







