Politik

Alasan Mundurnya Jusuf Hamka dari Partai Golkar dan Pilkada DKI

276
×

Alasan Mundurnya Jusuf Hamka dari Partai Golkar dan Pilkada DKI

Sebarkan artikel ini
jusuf hamka
Foto : Internet

Fenesia – Jusuf Hamka, yang juga dikenal sebagai Babah Alun, mengumumkan pengunduran dirinya dari kepengurusan Partai Golkar dan pencalonan Pilkada DKI Jakarta. Dalam keterangannya, anggota Dewan Penasihat Partai Golkar ini mengungkapkan bahwa politik terlalu keras dan kasar bagi kepribadiannya.

Jusuf Hamka menyatakan pengunduran dirinya dari kepengurusan partai pada Minggu (11/8). Ia juga mengumumkan mundur dari pencalonan pilkada. “Saya mundur dari pencalonan (pilkada) dan saya mundur dari pengurus DPP Golkar,” ujar Jusuf Hamka saat dihubungi, sebagaimana dilaporkan oleh detikNews pada Minggu (11/8/2024).

Ia menjelaskan alasan mundurnya adalah karena politik yang dinilainya terlalu keras dan kasar. “Alasannya (mundur) saya kira terlalu keras, dan terlalu kasar politik itu buat saya. Dan tidak pantas dengan apa anatomi karakter saya, tidak pantas,” katanya.

Jusuf juga mengungkapkan rencananya untuk menyerahkan surat pengunduran diri kepada partai pada hari Senin. “Rencananya hari Senin saya masukkan surat. Iya. Saya akan ketemu sekjen dan menyampaikan surat-surat. Jadi pencalonan saya baik di Jakarta pun saya kembalikan, baik di Jabar saya kembalikan,” tambahnya.

Keputusan Jusuf Hamka untuk mundur terjadi bersamaan dengan pengunduran diri Airlangga dari posisi Ketua Umum Golkar pada Sabtu (10/8) malam. Jusuf Hamka mengakui bahwa momen mundurnya dirinya memang bersamaan dengan mundurnya Airlangga. “Momentumnya saya pas bersamaan (mundurnya Airlangga). Tapi pas momentumnya aja,” katanya.

Ia juga mengaku tidak mengetahui alasan di balik mundurnya Airlangga, namun percaya bahwa ada alasan besar yang belum terungkap. “Saya liat dengan Pak Airlangga mundur, ini satu momentum karena pasti Pak Airlangga mundur pasti ada satu alasan besar, yang kita nggak tau,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jusuf menjelaskan bahwa niat untuk mundur dari dunia politik sudah ada sejak Juli lalu, berdasarkan saran keluarganya. “Saran istri dan anak-anak, mantu saya semua juga dari awal. Dari bulan Juli kemarin. Kembali bikin mesjid di 38 provinsi, terus jadi pekerja sosial aja untuk seluruh wilayah,” tutupnya.

Terkait keputusan mundur Jusuf Hamka, DPP Golkar menyatakan bahwa keputusan tersebut harus dihormati. Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily, di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, pada Minggu (11/8), menyebutkan bahwa pengunduran diri Jusuf Hamka tidak berdampak pada proses Pilgub di Jakarta maupun Jawa Barat, karena Jusuf Hamka belum secara resmi ditetapkan sebagai calon kepala daerah di kedua provinsi tersebut. “Kan belum ditetapkan secara resmi Pak Jusuf Hamka sebagai Calon Wakil Gubernur baik di Jabar maupun di DKI Jakarta,” tambahnya.