Ecozone

11 Calon Emiten Bersiap Melantai di Bursa Efek Indonesia

16
×

11 Calon Emiten Bersiap Melantai di Bursa Efek Indonesia

Sebarkan artikel ini
59a65ae70f1b953b39e5550f5a74dbe8.jpg
59a65ae70f1b953b39e5550f5a74dbe8.jpg

Jakarta, Fenesia.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengonfirmasi adanya lonjakan antrean perusahaan yang bersiap melangsungkan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di pasar modal domestik menjadi 11 entitas.

Peningkatan jumlah perusahaan dalam pipeline ini mencerminkan optimisme pelaku usaha yang terus tumbuh seiring dengan penguatan aktivitas di bursa saham nasional.

“Masih terdapat 11 rencana penawaran umum di dalam pipeline,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK secara virtual, Selasa (7/7) dikutip dari OJK.

Ia menjelaskan bahwa jumlah tersebut menandai adanya penambahan tiga perusahaan baru dibandingkan dengan catatan data pipeline yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada akhir Juni lalu.

Lonjakan ini terjadi di tengah performa pasar modal yang mencatatkan capaian signifikan dalam penghimpunan dana publik.

Data otoritas mencatat total nilai fundraising di pasar modal hingga Juni 2026 telah menembus angka Rp 119,67 triliun.

Pencapaian tersebut didukung oleh basis investor yang terus meluas secara masif di seluruh wilayah Indonesia.

Sepanjang bulan lalu, pasar modal mencatat penambahan sekitar 1,21 juta investor baru.

Total jumlah investor pasar modal saat ini telah mencapai 28,96 juta pihak.

Angka tersebut merepresentasikan pertumbuhan sebesar 42,22% jika dihitung sejak awal tahun 2026.

Selain melalui skema IPO, instrumen pendanaan lain seperti security crowdfunding juga menunjukkan tren positif.

Dana yang berhasil dihimpun melalui mekanisme crowdfunding tersebut telah mencapai Rp 1,98 triliun.

Sementara itu, volume transaksi di pasar derivatif secara kumulatif kini tercatat sebanyak 235.343 lot.

Dinamika pasar modal ini diprediksi akan terus berlanjut seiring dengan minat perusahaan untuk mencari pendanaan melalui pasar modal.

Berdasarkan data pipeline IPO BEI per 26 Juni 2026, komposisi perusahaan yang akan melantai di bursa didominasi oleh perusahaan dengan skala aset besar.

Terdapat enam perusahaan yang memiliki nilai aset di atas Rp 250 miliar.

Selain itu, terdapat satu perusahaan dengan skala aset menengah antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar.

Ada pula satu perusahaan yang dikategorikan sebagai emiten beraset kecil di bawah Rp 50 miliar.

Ditinjau dari sektor usahanya, minat korporasi masih didominasi oleh sektor kesehatan sebanyak empat calon emiten.

Dua perusahaan lainnya bergerak di sektor barang konsumsi nonprimer atau consumer non cyclicals.

Satu perusahaan berasal dari sektor barang konsumsi primer atau consumer cyclicals.

Satu perusahaan sisanya tercatat berasal dari sektor infrastruktur.

Hingga 26 Juni 2026, BEI baru mencatatkan satu perusahaan yang merealisasikan IPO dengan perolehan dana Rp 300 miliar.

Namun, aktivitas pencatatan saham baru terus berjalan dengan masuknya PT Niramas Utama Tbk dan PT Nitrasanata Dharma Tbk ke lantai bursa.