Politik

Pertemuan Prabowo dan Putin: Fokus pada Energi Nuklir dan Pendidikan

295
×

Pertemuan Prabowo dan Putin: Fokus pada Energi Nuklir dan Pendidikan

Sebarkan artikel ini
kunjungan prabowo ke kremlin
Foto : Internet

Fenesia – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengadakan pertemuan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kepresidenan Kremlin, Moskow, Rusia, pada Rabu (31/7/2024).

Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Prabowo menyampaikan minatnya untuk menjalin kerja sama dengan Rusia dalam bidang energi nuklir. Pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit ini, dilaksanakan secara terbuka, di mana Prabowo mengungkapkan bahwa ketahanan energi merupakan salah satu prioritas kerjanya setelah dilantik sebagai Presiden RI untuk periode 2024-2029 pada 20 Oktober 2024.

“Di sektor energi nuklir, saya membahas ini dengan beberapa institusi terkait di Rusia, kemungkinan kita bekerja sama dalam pembangunan reaktor modular dan reaktor utama.” ucap Prabowo

Pernyataan ini disiarkan oleh beberapa stasiun TV asing yang meliput di Kremlin. Reaktor nuklir merupakan komponen penting dalam pembangkit listrik tenaga nuklir, dan Rusia adalah salah satu negara yang memenuhi kebutuhan listriknya dari sumber nuklir.

Presiden Putin belum memberikan tanggapan langsung, karena pertemuan dilanjutkan secara tertutup dalam format santap pagi bersama yang kemungkinan akan dijadwalkan pada Kamis (1/8/2024). Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan Putin akan membahas berbagai isu dan mengeksplorasi peluang kerja sama yang lebih mendetail antara kedua negara.

Indonesia saat ini memiliki tiga reaktor nuklir yang dibangun pada tahun 1970-an: Reaktor Nuklir Kartini di Yogyakarta, Reaktor Triga 2000 di Bandung, dan Instalasi Reaktor Serba Guna G. A. Siwabessy di Serpong. Reaktor-reaktor ini digunakan untuk tujuan pendidikan dan penelitian. Selain topik nuklir, Prabowo juga mengungkapkan minatnya untuk mengirim lebih banyak mahasiswa Indonesia ke universitas-universitas di Rusia, khususnya di bidang kedokteran dan teknik, mengingat Indonesia saat ini kekurangan 160.000 dokter. “Jika memungkinkan, kami ingin mengirim putra-putri kami untuk pendidikan tinggi di kampus-kampus Rusia, khususnya di bidang kedokteran dan teknik, dan saya berencana mengalokasikan anggaran khusus untuk program beasiswa ini,” kata Prabowo.

Prabowo juga menekankan pentingnya kerja sama antara kedua negara dalam bidang pertahanan, industri pertahanan, dan pariwisata. Dia menilai hubungan antara kedua negara sudah baik dan bertekad untuk memperkuatnya lebih lanjut.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Green Hall, Kremlin, Prabowo hanya didampingi oleh ajudannya, Mayor Inf. Teddy Indra Wijaya, sementara Putin didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov, Wakil Perdana Menteri Denis Manturov, dan Penasihat Presiden untuk Urusan Luar Negeri Yury Ushakov. Dalam siaran langsung beberapa stasiun TV Rusia, Putin menyebut Prabowo sebagai sahabat lama Rusia, “Saya tahu kamu punya hubungan yang baik dengan Rusia,” kata Putin.

Prabowo berterima kasih atas penerimaan di Kremlin, meskipun pemberitahuan pertemuan diberikan dalam waktu singkat. Dia juga mencatat bahwa ini adalah kunjungan keempatnya ke Rusia dalam empat tahun terakhir, dan ini merupakan yang pertama kalinya diterima di Kremlin oleh Presiden Putin.

Sejak minggu lalu, Prabowo juga telah bertemu dengan Presiden Perancis Emmanuel Macron di Paris, Presiden Serbia Aleksander Vučić di Beograd, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Ankara.