Ecozone

IHSG Menguat Tipis, BEI Catat Transaksi Crossing Jumbo Saham BBCA-SINI-BACH

17
×

IHSG Menguat Tipis, BEI Catat Transaksi Crossing Jumbo Saham BBCA-SINI-BACH

Sebarkan artikel ini
6ff5f658931c7491ec76d27ce8ab09f4.jpg
6ff5f658931c7491ec76d27ce8ab09f4.jpg

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,03 persen ke level 6.039 pada perdagangan Selasa (14/7/2020) di tengah sentimen positif berupa pemeliharaan peringkat kredit Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional.

Dilansir dari data Bursa Efek Indonesia, lembaga pemeringkat S&P Global Ratings pada Senin (13/7/2020) secara resmi mempertahankan sovereign credit rating Indonesia pada level ‘BBB’ untuk jangka panjang dan ‘A-2’ untuk jangka pendek dengan prospek yang tetap stabil.

Meskipun mendapatkan dukungan sentimen positif dari hasil pemeringkatan tersebut, kenaikan indeks domestik terpantau terbatas sepanjang sesi perdagangan.

Aktivitas perdagangan di bursa mencatat nilai transaksi saham mencapai Rp 16,82 triliun dengan total volume transaksi sebanyak 37,59 miliar saham serta frekuensi perdagangan mencapai 2,81 juta kali.

Secara keseluruhan, sebanyak 422 saham dilaporkan menguat, sementara 206 saham mengalami koreksi dan 165 saham lainnya tidak menunjukkan perubahan harga.

Kapitalisasi pasar IHSG tercatat berada pada angka Rp 10.550 triliun hingga penutupan sesi perdagangan sore hari ini.

Terdapat sejumlah aksi transaksi crossing saham berskala besar, di antaranya dilakukan oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai transaksi mencapai Rp 853,99 miliar pada harga Rp 6.076 per lembar saham.

Transaksi crossing juga tercatat pada PT Bach Multi Global Tbk (BACH) senilai Rp 460,89 miliar di level harga Rp 442, serta PT Singaraja Putra Tbk (SINI) yang mencatatkan nilai Rp 260 miliar di harga Rp 5.098.

Selain itu, PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) turut mencatatkan transaksi serupa dengan nilai Rp 254,75 miliar pada harga Rp 7.604.

Dari sisi sektoral, sepuluh dari sebelas sektor yang terdaftar di bursa berhasil bergerak di zona hijau, dengan sektor energi memimpin kenaikan sebesar 1,51 persen.

Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menjadi pendorong utama sektor energi dengan lonjakan harga sebesar 16,33 persen menuju level Rp 1.460.

Tren positif juga terlihat pada bursa saham di kawasan Asia, di mana indeks Straits Times naik 0,46 persen, Shanghai Composite tumbuh 1,36 persen, Nikkei menguat 0,74 persen, dan Hang Seng terangkat 0,52 persen.

Daftar saham dengan kenaikan harga tertinggi atau top gainers meliputi PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) yang naik 11,54 persen ke Rp 725, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) naik 16,33 persen ke Rp 1.460, dan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) melonjak 25 persen ke Rp 340.

Sementara itu, daftar saham dengan koreksi terdalam atau top losers mencakup PT Niramas Utama Tbk (JELI) yang turun 14,90 persen ke Rp 1.085, PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) turun 4,30 persen ke Rp 89, serta PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) yang terkoreksi 5,33 persen ke Rp 71.