Berita

VAR Tak Boleh Digunakan, Wasit Akui Kesalahan Laga Swiss-Argentina

14
×

VAR Tak Boleh Digunakan, Wasit Akui Kesalahan Laga Swiss-Argentina

Sebarkan artikel ini
Penyerang Swiss Breel Embolo terlihat kecewa setelah menerima kartu merah dalam laga melawan Argentina di Piala Dunia 2026.
Breel Embolo meninggalkan lapangan setelah menerima kartu merah kontroversial dalam pertandingan perempat final Piala Dunia 2026.

Jakarta – Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB) mengakui adanya kesalahan fatal dalam penerapan protokol Video Assistant Referee (VAR) yang menyebabkan kartu merah bagi penyerang Swiss, Breel Embolo, dalam pertandingan perempat final Piala Dunia 2026 melawan Argentina pada Kamis (30/7/2026).

Dikutip dari ESPN, IFAB menegaskan bahwa kartu kuning kedua yang diberikan kepada Embolo setelah peninjauan VAR dinilai tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku dalam prosedur pertandingan.

Keputusan kontroversial tersebut terjadi pada menit ke-72, sesaat setelah Swiss berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 di Kansas City.

Wasit Joao Pinheiro memutuskan untuk mencabut kartu kuning awal bagi gelandang Argentina, Leandro Paredes, dan justru memberikan kartu kuning kepada Embolo atas dugaan simulasi pelanggaran.

Akibat akumulasi kartu kuning tersebut, Embolo harus meninggalkan lapangan lebih awal dan membuat Swiss terpaksa bermain dengan sepuluh orang hingga akhir pertandingan.

Keunggulan jumlah pemain tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh Argentina untuk mencetak kemenangan 3-1 melalui babak perpanjangan waktu dan memastikan langkah ke babak semifinal.

IFAB menjelaskan bahwa protokol VAR terkait kesalahan identitas seharusnya tidak diterapkan dalam insiden yang melibatkan Embolo tersebut.

Badan pengatur aturan sepak bola tersebut menyatakan bahwa kartu hanya dapat ditinjau untuk memastikan identitas pemain yang melakukan pelanggaran, bukan untuk mengubah jenis pelanggaran itu sendiri.

“Kartu tersebut hanya dapat ditinjau untuk mengidentifikasi pemain yang melakukan pelanggaran yang dihukum; pelanggaran itu sendiri tidak dapat ditinjau atau diubah,” tegas IFAB.

Klarifikasi resmi yang dirilis pada Senin (27/7/2026) ini menekankan bahwa mekanisme yang digunakan saat pertandingan tersebut merupakan bentuk penyalahgunaan protokol kesalahan identitas.

Pelatih Swiss, Murat Yakin, melayangkan kritik keras atas keputusan wasit yang dianggap merusak momentum pertandingan timnya.

“Wasit membuat keputusan yang salah,” kata Yakin.

“Saya tahu mereka akan melindungi wasit mereka, tetapi aturan ini menghancurkan permainan kami hari ini, dan itu sangat menyakitkan,” ujar Yakin.

Insiden ini memicu protes dari berbagai pihak, termasuk pihak Mesir yang mempertanyakan netralitas wasit dalam memimpin laga yang melibatkan Lionel Messi.

IFAB mengungkapkan bahwa evaluasi terhadap protokol VAR telah menjadi agenda pembahasan sejak Maret lalu guna menyempurnakan regulasi sepak bola dunia.

Penggunaan klausul kesalahan identitas untuk menangani dugaan simulasi selama Piala Dunia 2026 menjadi perhatian utama agar kontroversi serupa tidak terulang di masa depan.

Sebagai otoritas tertinggi penyusun peraturan permainan, IFAB terdiri dari perwakilan FIFA dan empat asosiasi sepak bola Britania Raya yang secara rutin meninjau regulasi turnamen.

Pihak IFAB menyatakan bahwa tinjauan VAR seharusnya tidak digunakan hingga proses peninjauan selesai demi menjaga integritas setiap keputusan di lapangan.

Pebulu tangkis tunggal putri An Se-young saat bertanding di lapangan bulu tangkis internasional.
Berita

Ringkasan Berita: An Se-young mengaku kondisi fisiknya sudah pulih sekitar 80 hingga 90 persen Cedera kaki kiri membuatnya mundur dari Japan Open dan absen di China Open 2026 An Se-young kini fokus mempersiapkan diri untuk Kejuaraan Dunia BWF 2026 dan Asian Games 2026 TRIBUNNEWS.COM – Kabar menggembirakan datang dari tunggal putri Korea Selatan, An Se-young, yang akhirnya mengungkap perkembangan terbaru kondisi fisiknya setelah hampir dua pekan…

Waspada Vietnam, Ancaman Timnas Indonesia Tak Hanya dari Mitchell Baker
Berita

Ringkasan Berita: Media Vietnam mulai memberi perhatian khusus kepada Timnas Indonesia jelang potensi duel di Piala AFF 2026 Kemenangan telak 5-1 atas Kamboja membuat Timnas Indonesia mengirim sinyal bahaya kepada Vietnam Vietnam diperingatkan tak hanya fokus mematikan Mitchell Baker jika ingin mengalahkan Timnas Indonesia TRIBUNNEWS.COM – Vietnam mulai memasang kewaspadaan tinggi jelang duel melawan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Bukan…