Ecozone

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp 295 Triliun untuk Sektor Produksi

29
×

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp 295 Triliun untuk Sektor Produksi

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi penyaluran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pelaku UMKM di Indonesia
Pemerintah menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp 295 triliun untuk mendukung sektor produksi UMKM di Indonesia.

Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menetapkan target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 295 triliun pada Selasa (21/7/2026) untuk memperluas akses permodalan bagi pelaku usaha di seluruh Indonesia.

Dilansir dari laporan resmi pemerintah, alokasi dana tersebut mencakup target penyaluran ke sektor produksi sebesar 65 persen, yang menunjukkan peningkatan dari porsi 60 persen pada tahun sebelumnya.

Pemerintah mencatat realisasi penyaluran KUR hingga 12 Juli 2026 telah mencapai Rp 159,8 triliun.

Dana pembiayaan tersebut telah disalurkan kepada sekitar 2,5 juta debitur UMKM yang tersebar di berbagai wilayah.

Data kementerian menunjukkan bahwa dari total debitur tersebut, sebanyak 1,1 juta merupakan debitur baru.

Selain debitur baru, terdapat 511.208 debitur yang masuk dalam kategori debitur graduasi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa program KUR telah terbukti secara efektif mendorong pertumbuhan ekonomi bagi pelaku usaha kecil di daerah.

“Program KUR terbukti mampu mendorong pertumbuhan bagi UMKM di berbagai daerah,” kata Airlangga Hartarto.

Hasil monitoring pemerintah mengungkapkan bahwa omzet pelaku UMKM rata-rata mengalami peningkatan hingga 34 persen setelah mendapatkan akses pembiayaan ini.

KUR merupakan skema pembiayaan bersubsidi yang dirancang pemerintah untuk mempermudah permodalan bagi pelaku usaha.

Skema ini memungkinkan pelaku usaha untuk mengajukan plafon pinjaman dengan batas maksimal hingga Rp 500 juta per debitur.

Pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap efektivitas program ini guna memastikan penyaluran dana tetap tepat sasaran.

Fokus pada sektor produksi diharapkan dapat memperkuat struktur ekonomi nasional melalui penguatan basis usaha mikro dan menengah.

Peningkatan target porsi sektor produksi menjadi 65 persen mencerminkan strategi pemerintah dalam memprioritaskan sektor-sektor yang memiliki nilai tambah tinggi bagi ekonomi domestik.

Kementerian terkait terus melakukan koordinasi dengan lembaga penyalur untuk memastikan target Rp 295 triliun tersebut dapat tercapai hingga akhir tahun.

Penyaluran KUR secara konsisten dipantau untuk menjaga kualitas kredit agar tetap sehat dan memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesejahteraan pelaku usaha.

Akses permodalan yang lebih inklusif diharapkan mampu menekan angka pengangguran dan meningkatkan daya saing produk UMKM di pasar lokal maupun internasional.

Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga keberlangsungan program ini sebagai instrumen utama dalam mendukung ketahanan ekonomi masyarakat di tengah tantangan ekonomi global yang dinamis.