Jakarta – Startup teknologi asal China, StepFun, resmi memperkenalkan StepX Neo sebagai ponsel pintar pertama di dunia dengan konsep Agentic AI.
Perangkat ini mampu menyelesaikan serangkaian tugas secara otomatis hanya melalui satu perintah pengguna.
StepX Neo berjalan di atas sistem operasi StepAOS yang dirancang khusus untuk mengakomodasi agen kecerdasan buatan.
Berbeda dengan ponsel konvensional, perangkat ini tidak mewajibkan pengguna membuka aplikasi secara manual karena seluruh sistem bekerja di seputar agen cerdas.
Ponsel ini diklaim mampu memahami permintaan, mengoordinasikan berbagai layanan, hingga menuntaskan tugas kompleks secara mandiri.
Untuk menunjang interaksi, StepFun menyematkan asisten AI personal bernama Amoo yang terintegrasi langsung dalam sistem.
Pengguna dapat memberikan instruksi kepada Amoo menggunakan bahasa sehari-hari, layaknya berkomunikasi dengan chatbot AI.
Sistem operasi StepAOS menciptakan native runtime yang fokus mengatasi tiga hambatan utama dalam agen AI, yakni memori, pengambilan keputusan, dan eksekusi.
Proses penarikan memori oleh agen AI ini diklaim hanya membutuhkan waktu sekitar 15 milidetik.
Selain itu, perangkat mampu mengeksekusi perintah tanpa koneksi internet untuk tugas-tugas tertentu.
Untuk pemrosesan tugas yang lebih rumit, sistem tetap memanfaatkan komputasi awan dengan jaminan keamanan data pribadi pengguna.
StepFun juga menyematkan model bahasa besar (LLM) bernama Step Edge yang diklaim menempati peringkat pertama dalam 29 pengujian benchmark global.
Namun, perusahaan belum memberikan perincian mengenai jenis benchmark maupun model AI lain yang menjadi pembanding dalam pengujian tersebut.
Kehadiran StepX Neo memperketat persaingan teknologi antara China dan Amerika Serikat.
Inovasi ini mendahului rencana OpenAI yang dikabarkan baru akan memproduksi ponsel AI pada 2027.
Langkah OpenAI dalam mengembangkan perangkat keras berbasis AI saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk tuduhan dari Apple terkait dugaan pencurian rahasia dagang.







