Ecozone

Pertagas Siapkan Infrastruktur CNG, Uji Coba Pengganti LPG 3 Kg Dimulai

13
×

Pertagas Siapkan Infrastruktur CNG, Uji Coba Pengganti LPG 3 Kg Dimulai

Sebarkan artikel ini
30e2fb62559f60f5048a5b8c7de13467.jpg
30e2fb62559f60f5048a5b8c7de13467.jpg

Cikarang, Fenesia.com — PT Pertamina Gas (Pertagas) menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung transisi penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai substitusi LPG 3 kilogram bagi masyarakat luas.

Dukungan tersebut difokuskan pada penyediaan infrastruktur vital yang diperlukan untuk mendistribusikan gas alam terkompresi tersebut secara masif.

“Prinsipnya nanti jika kami diminta untuk ikut serta dalam program, kami siap mendukung. Misalnya mengambil peran dari segi infrastruktur, kata Sekretaris Perusahaan Pertagas, Sulthani Adil Mangatur saat ditemui di Stasiun Kompresor Gas Tegalgede, Cikarang, Jawa Barat, Rabu (8/7).”

Ia menjelaskan bahwa kemampuan teknis perusahaan mencakup penyaluran gas baik melalui stasiun kompresi maupun jaringan pipa ke titik-titik distribusi tertentu.

Namun, perusahaan saat ini masih menanti arahan teknis serta ketetapan regulasi dari Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM.

“Bicara soal teknisnya, masih melihat ketetapannya dari Ditjen Migas seperti apa, termasuk juga skema bisnis dari pemerintah,” ujarnya.

Langkah ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah melalui program tabung CNG “Merah Putih” untuk menekan beban subsidi energi negara.

Kementerian ESDM sendiri telah menjadwalkan pengujian awal terhadap prototipe tabung gas tersebut pada bulan Juli ini.

“Pada bulan Juli ini ada prototipe untuk diuji, jumlahnya mungkin sekitar 15 unit,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman saat ditemui di Kompleks DPR RI pada 29 Juni.

Ia menyebutkan bahwa unit prototipe yang akan diuji di Lemigas tersebut masih merupakan produk impor asal Cina.

Pengujian tersebut mencakup aspek krusial seperti uji tekanan serta keamanan katup untuk memastikan standar keselamatan bagi konsumen.

Pemerintah menargetkan implementasi bertahap di kota-kota besar di Pulau Jawa setelah seluruh tahapan evaluasi dinyatakan lolos.

Strategi penetapan harga jual tabung CNG juga dirancang agar setara dengan LPG 3 kg sehingga tidak membebani daya beli masyarakat.

“Harganya sama, sekarang simulasinya disamakan, subsidi untuk tabung gas bisa turun sampai 30%,” kata dia.

Pemerintah optimistis program ini mampu mengurangi beban APBN secara signifikan melalui efisiensi penggunaan gas bumi domestik.

Meskipun pendanaan program tidak bersumber dari APBN, pemerintah belum merinci mekanisme pembiayaan yang akan digunakan.

Peluang investasi untuk industri manufaktur tabung CNG di dalam negeri dinilai sangat terbuka lebar seiring dengan meningkatnya kebutuhan pasar.

“Iya, peluangnya besar,” tambah dia saat merespons potensi keterlibatan investor di sektor manufaktur gas.

Sebagai anak usaha Subholding Gas Pertamina, Pertagas memegang peranan strategis dalam pengelolaan infrastruktur transmisi dan distribusi di seluruh Indonesia.

Kesiapan infrastruktur yang dimiliki Pertagas akan menjadi tulang punggung utama dalam distribusi CNG jika program ini resmi dijalankan secara nasional.

Pemerintah berharap transisi ke CNG dapat menciptakan ketahanan energi yang lebih stabil sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor LPG.