Ecozone

Ekonom Muhammadiyah Ungkap Penyebab Sebenarnya IHSG Melemah Pasca Pidato Prabowo

17
×

Ekonom Muhammadiyah Ungkap Penyebab Sebenarnya IHSG Melemah Pasca Pidato Prabowo

Sebarkan artikel ini
5edc2e4956b8994510e0397080e900ed.jpg.jpg
5edc2e4956b8994510e0397080e900ed.jpg.jpg

Bengkulu, Fenesia.com – Ekonom Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Surya Vandiantara, menepis anggapan yang mengaitkan pidato Presiden Prabowo Subianto sebagai pemicu utama pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Ia menegaskan bahwa pergerakan pasar modal jauh lebih dipengaruhi oleh faktor fundamental perusahaan dibandingkan sentimen politik sesaat.

Menurutnya, kinerja keuangan emiten yang melantai di bursa menjadi variabel penentu paling krusial dalam menentukan arah harga saham.

“Apabila kinerja perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa secara mayoritas mengalami penurunan pendapatan atau kerugian, maka sudah sewajarnya jika nilai IHSG ikut turun,” ujar Surya dikutip dari pernyataan resminya, Sabtu (4/7).

Surya menyoroti adanya anomali pada pasar modal saat ini.

Ia mengamati bahwa indikator ekonomi makro Indonesia sebenarnya masih berada dalam tren yang positif.

Selain itu, kinerja mayoritas perusahaan di bursa saham terpantau cenderung stabil.

Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan adanya tren pelemahan pada IHSG.

Kesenjangan antara data fundamental dan performa indeks ini memicu munculnya narasi yang menyudutkan Presiden Prabowo.

Surya menduga ada upaya sistematis dari pihak tertentu untuk mendiskreditkan kepala negara melalui instrumen pasar modal.

“Narasi ini mengindikasikan adanya investor nakal yang melakukan tindakan irrasional di bursa, sehingga nilai IHSG mengalami penurunan. Terbukti turunnya IHSG ini kemudian disangkut-pautkan dengan agenda politik yang mendiskreditkan Presiden,” tambahnya.

Fenomena ini, menurut Surya, mencerminkan adanya perilaku pasar yang tidak sehat akibat ulah segelintir aktor.

Tindakan irrasional tersebut dianggap sangat merugikan investor ritel yang telah menyusun portofolio berdasarkan analisis fundamental yang akurat.

Selain itu, perusahaan-perusahaan yang memiliki kinerja baik pun berisiko terkena dampak negatif dari volatilitas pasar yang digerakkan oleh agenda terselubung.

“Demi mencapai agenda politik kotor yang terselubung, mereka telah merugikan banyak pihak,” jelasnya.

Surya mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh arus informasi yang mengaitkan dinamika ekonomi dengan isu politik praktis.

Ia meminta para pelaku pasar untuk tetap berpegang teguh pada analisis ekonomi yang objektif.

Di sisi lain, pemerintah didesak untuk melakukan langkah preventif guna menjaga stabilitas bursa dari manipulasi kepentingan politik.

“Pemerintah harus berani mengambil tindakan tegas pada perilaku irrasional yang dilakukan investor nakal yang memiliki agenda politik, demi melindungi masyarakat luas,” tegasnya.

Pengawasan ketat terhadap pola transaksi yang mencurigakan perlu diperkuat demi menjamin integritas pasar modal nasional.

Langkah ini dianggap krusial agar kepercayaan investor domestik maupun asing tetap terjaga di tengah situasi ekonomi global yang penuh tantangan.

Surya berharap otoritas terkait dapat segera melakukan pendalaman mendalam untuk membuktikan adanya anomali tersebut di lantai bursa.