Ecozone

Badan Gizi Nasional Kaji Pemangkasan Penerima MBG, Anggaran Berpotensi Menyusut

31
×

Badan Gizi Nasional Kaji Pemangkasan Penerima MBG, Anggaran Berpotensi Menyusut

Sebarkan artikel ini
7cde0f39fe548ff5353b593bef489cf8.jpg
7cde0f39fe548ff5353b593bef489cf8.jpg

Jakarta – Pemerintah mulai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul tantangan besarnya kebutuhan anggaran serta munculnya indikasi penyimpangan dalam operasionalnya. Salah satu opsi utama yang kini tengah dikaji adalah mempersempit cakupan penerima manfaat guna meningkatkan ketepatan sasaran sekaligus menekan beban anggaran negara.

Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini sedang meninjau berbagai aspek krusial dalam program tersebut. Peninjauan mencakup jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG, hingga evaluasi terhadap skema insentif operasional yang sebelumnya diberikan secara merata sebesar Rp 6 juta per hari untuk setiap dapur.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menyatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya refocusing agar intervensi gizi pemerintah berjalan lebih efektif. Langkah ini diyakini dapat menyasar kelompok yang benar-benar membutuhkan dukungan nutrisi secara lebih presisi.

Refocusing ini diperlukan agar pemberian intervensi pemerintah lebih tepat sasaran. Agustina menambahkan bahwa kebijakan tersebut nantinya akan diikuti dengan kebutuhan anggaran yang semakin menurun. Pernyataan ini disampaikan usai rapat tertutup bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (15/6/2026).

Sebelumnya, BGN telah mendapatkan pagu indikatif tahun 2027 sebesar Rp 270,2 triliun yang diproyeksikan untuk melayani 81,5 juta penerima manfaat. Namun, besaran angka tersebut masih akan terus dievaluasi bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas.

Dalam pembahasan yang berkembang, pemerintah membuka kemungkinan untuk menghentikan pemberian MBG bagi siswa SMA yang berasal dari keluarga mampu. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memfokuskan anggaran pada kelompok rentan. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah per 10 Juni 2026, tercatat sebanyak 43 juta siswa atau sekitar 80,7% dari total peserta didik di Indonesia telah menerima manfaat program ini.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris, meminta BGN untuk menyusun ulang kebutuhan anggaran tahun depan. Ia menilai angka Rp 270,2 triliun masih bersifat sementara karena disusun sebelum adanya pergantian kepemimpinan di tubuh BGN.

Di sisi lain, pengamat ekonomi dari Core Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, mengingatkan agar evaluasi tidak hanya berhenti pada pengurangan penerima manfaat. Menurutnya, pembenahan tata kelola dan pengawasan menjadi aspek yang jauh lebih mendesak. Pemerintah dinilai perlu memastikan akurasi data penerima, memperkuat pengawasan pengadaan bahan pangan, hingga sistem distribusi agar program lebih akuntabel.

Sorotan senada datang dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Lembaga tersebut menemukan berbagai persoalan dalam pelaksanaan MBG, mulai dari ketidaktepatan sasaran, lemahnya pengawasan yang berpotensi memicu korupsi, hingga kasus keracunan pangan dan minimnya perlindungan bagi petugas SPPG.

Komnas HAM telah menerbitkan sembilan rekomendasi perbaikan dan mendorong pemerintah memfokuskan program pada kelompok yang paling membutuhkan, terutama masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Selain itu, Komnas HAM menilai cakupan yang terlalu luas berisiko menurunkan efektivitas program. Pemerintah juga didorong untuk merevisi Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 guna memperkuat tata kelola, termasuk memisahkan fungsi BGN sebagai regulator sekaligus operator program.

9c8b0c1312d4d8ae0e6037400da1c6e0.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rencana dual listing PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) di Hong Kong melalui skema Hong Kong Depositary Receipt (HDR) disebut menjadi langkah strategis yang dapat memperluas akses pendanaan serta meningkatkan eksposur di pasar global. Dalam aksi korporasi tersebut, EMAS menawarkan sebanyak 89,66 juta HDR dengan harga penawaran HK$ 26,60 per HDR. Masa penawaran berlangsung pada 17 Juni hingga 23 Juni 2026. Langkah ini…

ae893c3205f6d4dee371db6e2f54ed15.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah di pasar spot terus tertekan hingga akhir perdagangan hari ini. Rabu (17/6/2026), rupiah ditutup di level Rp 17.762 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah melemah 0,21% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.725 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di Asia. Hingga pukul 15.00 WIB, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di…

a755bd54bec7c2e6417da23c5f8eaf0c.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sebesar 50 bps menjadi 5,50% menjadi perhatian pelaku perbankan digital. PT Krom Bank Indonesia Tbk melihat langkah bank sentral tersebut sebagai sinyal positif untuk menjaga keseimbangan pasar keuangan sekaligus memastikan inflasi tetap terkendali. Presiden Direktur Krom Bank, Anton Hermawan mengaku pihaknya tengah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menghadapi…

0d44ff5c777acf31f3f0df876cc9f743.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah siang ini setelah dibuka menguat pada awal perdagangan. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG melemah 0,84% atau terpangkas 52,49 poin ke level 6.202,46 pada perdagangan sesi I, Rabu (17/6/2026). IHSG tertekan pelemahan mayoritas indeks sektoral yang dipimpin sektor perindustrian 2,15%, energi 1,97%, transportasi 1,45%, teknologi 1,29%,. barang baku…

33e25ff2e4971ab1a821a5342841162a.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Prospek PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dinilai masih menjanjikan hingga akhir 2026 seiring kontribusi penuh bisnis energi terintegrasi di Singapura, peningkatan kapasitas kilang, diyakini dapat menopang pertumbuhan kinerja konglomerasi ini. Pada kuartal I-2026, BRPT mencatatkan lonjakan kinerja seiring dengan kontribusi kuat dari operasi kilang minyak di Singapura. Seperti diketahui, anak usaha BRPT, yakni PT Chandra Asri…