Ecozone

Kinerja Energi Mega Melonjak di Kuartal I-2026, Cek Rekomendasi Sahamnya

29
×

Kinerja Energi Mega Melonjak di Kuartal I-2026, Cek Rekomendasi Sahamnya

Sebarkan artikel ini
b6f0ccab638065a9d5a515b5b44482fa.jpg
b6f0ccab638065a9d5a515b5b44482fa.jpg

Jakarta – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada kuartal I-2026. Emiten migas yang terafiliasi dengan Grup Bakrie ini berhasil membukukan kenaikan penjualan bersih sebesar 17 persen secara tahunan (yoy), yakni menjadi US$ 136,94 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 117,05 juta.

Kenaikan pendapatan tersebut berbanding lurus dengan peningkatan laba bersih perusahaan yang tumbuh 2 persen yoy, dari US$ 17,96 juta pada kuartal I-2025 menjadi US$ 18,32 juta pada kuartal I-2026. Capaian positif ini didukung oleh efisiensi operasional, di mana beban pokok penjualan tercatat mengalami penurunan tipis sebesar 0,8 persen yoy menjadi US$ 78,48 juta. Selain itu, EBITDA perusahaan juga melonjak signifikan sebesar 29 persen yoy menjadi US$ 94,02 juta.

Direktur Utama Energi Mega Persada, Syailendra S. Bakrie, menyatakan bahwa hasil tersebut mencerminkan pengelolaan portofolio yang efektif. Pihaknya berkomitmen untuk terus mengalokasikan modal secara strategis guna mendukung peningkatan produksi serta cadangan migas sepanjang 2026. Sebagai langkah konkret, perusahaan telah menerbitkan obligasi dalam mata uang Rupiah pada kuartal I-2026 untuk melunasi fasilitas pinjaman dan memperkuat modal kerja.

“Strategi ini akan memperkuat arus kas yang semakin fleksibel dan menurunkan beban keuangan perusahaan secara keseluruhan,” ujar Syailendra dalam keterbukaan informasi, Selasa (9/6/2026).

Di sisi lain, analis pasar melihat peluang pertumbuhan ENRG tetap terbuka meski harga minyak dunia menunjukkan tren normalisasi akibat meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menekankan bahwa kunci keberlanjutan performa ENRG terletak pada peningkatan volume produksi harian.

Nafan menyarankan perusahaan untuk terus mengoptimalkan blok-blok migas yang sudah berproduksi serta melakukan reaktivasi sumur-sumur lama. Keunggulan ENRG terletak pada lini bisnis gas bumi dengan kontrak jangka panjang yang relatif stabil, sehingga mampu memitigasi risiko volatilitas harga minyak mentah.

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, Nafan merekomendasikan strategi buy on weakness dengan target harga di level Rp 1.415 dan Rp 1.765 per saham. Ia juga menyarankan perusahaan untuk menempuh ekspansi organik melalui pengeboran baru maupun langkah anorganik melalui akuisisi blok migas yang potensial.

Senada dengan hal tersebut, Pengamat Pasar Modal dan Co-Founder AP Trading Insight Singapore, Kiswoyo Adi Joe, menilai saham ENRG tetap layak dikoleksi oleh investor selama harga minyak dunia bertahan di atas level US$ 80 per barel. Berdasarkan analisis teknikal dan fundamental, ia memproyeksikan harga saham ENRG memiliki potensi untuk bergerak menuju level Rp 1.500 per saham. Fokus manajemen pada efisiensi biaya dan peningkatan volume produksi menjadi faktor utama yang menjaga kepercayaan pasar terhadap emiten tersebut di tengah dinamika komoditas global.

ef2e6ede3bcbd44395a5f75df6204722.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) mengantongi restu pemegang saham untuk membagikan dividen senilai Rp 331,48 miliar atau setara Rp 27 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Selasa (9/6/2026) di Jakarta. Untuk diketahui, sepanjang 2025, MTDL membukukan laba bersih senilai Rp 813,9 miliar, naik 10% secara tahunan (yoy) dari Rp 739,8 miliar pada tahun 2024. Oleh karena itu, dividen yang dibagikan…

dc9f0f1444e78a773b978b6df50a6824.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bangkit tajam pada perdagangan Selasa (9/6/2026) setelah mengalami tekanan berat selama empat hari perdagangan berturut-turut. Penguatan signifikan ini menjadi sinyal pemulihan pasar, meski aksi jual investor asing masih membayangi. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, IHSG ditutup melonjak 7,57% atau naik 404 poin ke level 5.746,64. Baca Juga: Asing Net Sell Jumbo Rp…

159b4b46f901e7419491e41d3bd9f2d4.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kenaikan tajam 7,57% ke level 5.746,64 pada perdagangan Selasa (9/6/2026), menjadi angin segar setelah mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir. Analis pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai penguatan ini tidak hanya dipicu oleh sentimen domestik, tetapi juga faktor global. Menurut dia, wacana buyback saham BUMN yang bergulir dari…

8c7c29b2de874dd52844fa8662b2f692.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (9/6/2026), Penguatan mata uang Garuda ini dipicu oleh respons positif pelaku pasar terhadap keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 18.058 per dolar AS atau menguat 0,72% dibandingkan…

f9eaf2d647536a069b5ebef704a0d1fb.jpg
Ecozone

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) diperkirakan masih akan positif hingga akhir tahun 2026. Dalam RUPST 2025, DSNG memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 498 miliar atau Rp 47 per saham dari buku tahun 2025. Sebagai gambaran, laba bersih DSNG melonjak 60,2% menjadi Rp 1,8 triliun pada 2025. Dari sisi pendapatan, DSNG mencatatkan penerimaan sebesar Rp 12,3 triliun pada tahun 2025, naik 21,7% secara…