Kudus – Kontingen Jawa Tengah sukses mempertahankan gelar juara umum dalam ajang MilkLife Archery Challenge Kejurnas Junior 2026 yang berlangsung di Kudus pada Kamis (30/7/2026) guna memperkokoh dominasi mereka dalam pembinaan olahraga panahan nasional.
Dilansir dari jpnn.com, skuad Jawa Tengah berhasil mengumpulkan total 78 medali yang terdiri dari 26 medali emas, 22 perak, dan 30 perunggu dalam kompetisi yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama Persatuan Panahan Indonesia (Perpani).
Kemenangan ini menandai keberhasilan kontingen tersebut dalam meraih gelar juara umum selama lima kali berturut-turut sejak tahun 2022.
Sebanyak 80 atlet dari Jawa Tengah dikerahkan untuk bersaing pada kategori U10, U13, U15, dan U18 di tiga divisi pertandingan yaitu Recurve, Compound, dan Nasional.
Keberhasilan ini merupakan hasil dari proses penyaringan atlet melalui Kejurprov Junior yang telah dilaksanakan pada bulan Mei lalu.
Ketua Kontingen Jawa Tengah, Martin Sudarmono, menyatakan bahwa tantangan utama dalam kompetisi ini adalah kondisi angin yang berubah-ubah secara cepat di lapangan.
“Tantangan kali ini tidak mudah karena arah angin sering berubah cepat, tetapi kejelian atlet kami untuk membuat keputusan membawa anak panah mereka tepat target,” kata Martin Sudarmono.
Pencapaian medali emas terakhir bagi kontingen Jawa Tengah dipersembahkan oleh Jabr Rajaa’Challe yang bertanding di nomor individu Nasional U15 Putra.
Jabr Rajaa’Challe berhasil mengalahkan perwakilan dari Jawa Timur, Muhammad Airlangga Ramadhan Adz Zikra, dengan skor 6-4 di partai final.
“Tidak menyangka akan melaju ke final dan mendapat emas, karena ini baru pertama kalinya aku ikut kejurnas setelah menekuni olahraga panahan sejak 2023,” kata Jabr Rajaa’Challe.
Wakil Ketua Umum II Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Perpani, Abdul Razak, menekankan bahwa turnamen ini menjadi instrumen penting dalam menciptakan ekosistem pembinaan panahan yang berkelanjutan.
Menurut Abdul Razak, kualitas para pemanah muda yang berkompetisi tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Kami juga mengapresiasi Djarum Foundation yang menghadirkan fasilitas dan kualitas penyelenggaraan dengan standar mendekati Archery World Cup,” kata Abdul Razak.
Program Associate Bakti Olahraga Djarum Foundation, Edi Supriyanto, menegaskan bahwa penyelenggaraan ajang ini adalah bukti komitmen jangka panjang dalam memperkuat fondasi olahraga panahan di Indonesia.
“Kami meyakini prestasi tidak lahir secara instan, tetapi dibangun melalui pembinaan yang berjenjang dan berkesinambungan,” kata Edi Supriyanto.
Selain fokus pada prestasi, pihak penyelenggara berharap rangkaian turnamen ini dapat memperkuat posisi Kudus sebagai kota tujuan wisata olahraga atau sport tourism city.
Rangkaian kegiatan olahraga di kota ini akan berlanjut bulan depan dengan penyelenggaraan Srikandi Merdeka Cup 2026 yang melibatkan tim nasional sepak bola putri dari tujuh negara.
“Harapan kami, Kudus semakin dikenal sebagai kota yang memiliki ekosistem olahraga kuat dan menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan bergengsi,” kata Edi Supriyanto.






