Berita

Kemnaker dan IJTI Tingkatkan Kompetensi AI Jurnalis Kampus Hadapi Disrupsi Digital

16
×

Kemnaker dan IJTI Tingkatkan Kompetensi AI Jurnalis Kampus Hadapi Disrupsi Digital

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) generasi muda, khususnya jurnalis kampus. Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan literasi dalam menghadapi transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), sekaligus mengoptimalkan edukasi ketenagakerjaan bagi masyarakat.

Kesepakatan tersebut dituangkan dalam penandatanganan Nota Kesepahaman oleh Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, dan Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, di Kantor Dewan Pers, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Kerja sama yang berlaku selama tiga tahun ini mencakup pengembangan kapasitas SDM, penguatan literasi ketenagakerjaan, serta sinergi dalam pemanfaatan sarana dan prasarana.

Menurut Sekretaris Jenderal Kemnaker, media massa memiliki peran yang sangat strategis dalam menyebarluaskan informasi ketenagakerjaan yang akurat, edukatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi dengan IJTI diharapkan mampu mendukung peningkatan kompetensi generasi muda agar lebih adaptif terhadap perubahan teknologi serta dinamika dunia kerja.

Ia menjelaskan bahwa fokus utama kerja sama ini adalah menyiapkan generasi muda, khususnya jurnalis kampus, agar memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan AI.

“Fokus utama kerja sama ini adalah menyiapkan generasi muda, khususnya jurnalis kampus, agar memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan AI. Di saat yang sama, kami ingin memperkuat edukasi ketenagakerjaan melalui publikasi yang informatif dan mudah dipahami masyarakat,” ujar Cris.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital dan AI telah membawa perubahan besar, baik dari sisi cara masyarakat mengakses informasi maupun kebutuhan kompetensi di dunia kerja. Peningkatan kapasitas SDM pun dinilai harus dilakukan secara berkelanjutan agar angkatan kerja baru tetap kompetitif.

“Kami di Kemnaker melihat bahwa disrupsi digital adalah keniscayaan yang harus dihadapi dengan kesiapan kompetensi. Kolaborasi dengan IJTI ini sangat strategis untuk melakukan upskilling dan reskilling secara berkelanjutan,” katanya.

Cris menambahkan, saat ini Kemnaker memiliki ekosistem layanan ketenagakerjaan bernama SiapKerja. Layanan ini mencakup spektrum yang luas dari hulu ke hilir, mulai dari peningkatan kompetensi, penempatan tenaga kerja, pengembangan usaha, hingga pelindungan dan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Melalui kemitraan ini, diharapkan informasi mengenai berbagai program dan layanan tersebut dapat lebih mudah diakses serta dipahami oleh kalangan mahasiswa maupun masyarakat luas.

“Dengan demikian, para mahasiswa tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu mendorong terciptanya masyarakat yang lebih produktif, adaptif, dan berdaya saing,” ujarnya.